Senin, 25 Mar 2019
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Camat Mojoagung dan Kades Karangwinongkan Akui Jembatan PISEW Mangkrak

12 Januari 2019, 11: 41: 58 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Jembatan di Desa Karangwinongan yang menghabiskan anggaran Rp 325 juta dari program PISEW

Jembatan di Desa Karangwinongan yang menghabiskan anggaran Rp 325 juta dari program PISEW (N.Nasikhuddin/Jawa Pos Radar Jombang)

JOMBANG – Kepala Desa Karangwinongan Miftahul Ulum membenarkan kondisi jembatan di desanya yang masih mangkrak. Salah satu penyebabnya, pembangunan akses jalan menuju jembatan yang belum selesai. Disamping memang adanya program masuk zona kawasan.

”Masalahnya program tersebut belum terpadu dengan desa. Nah, dana senilai Rp 325 juta itu hanya untuk bangunan  jembatan saja. Saya sendiri juga tidak mengerti, tidak memprediksi terkait pengerjaan jalan turunan jembatan, sehingga sampai sekarang belum bisa saya kondisikan. Utamanya terkait turunan yang jeglong,” bebernya kepada Jawa Pos Radar Jombang (11/1) kemarin.

Dijelaskan, proyek pembangunan jembatan merupakan program dari kementerian PUPR, tepatnya program pengembangan infrastruktur sosial ekonomi wilayah (PISEW) . ”Itu masuk zona kawasan, artinya kawasan itu, ada dua desa yang menerima, kebetulan yang dapat Desa Karangwinongan dan Desa Kedunglumpang,” bebernya.

Adapun total nilai proyek sekitar Rp 600 juta yang dibagi dua titik pengerjaan. ”Kalau tidak salah anggarannya sekitar Rp 600 juta, tapi dibagi dua titik. Anggaran jembatan Karangwinongan sebesar Rp 325 juta, tapi untuk konfirmasi lebih teknis sebaiknya ke BKAD. Sebab yang mengerjakan teman-teman BKAD,” imbuh dia.

Disinggung terkait penyikapan jalan yang masih berupa jeglongan, ia akan memusyawarahkan dengan warga. ”Tadi saya sudah musyawarah dengan warga, Insya Allah besok (hari ini, Red) akan dimulai pengerjaan turun jalan ke jembatan yang masih jeglong, istilahnya musyawarah dusun,” terang .

Ditanya terkait bongkar pasang tenda, dirinya tak menampik. ”Stelah ada monitoring dan evaluasi, ternyata ada pengerjaan yang tidak sesuai dengan RAB (rencana anggaran biaya),” bebernya. Akhirnya, tim pendamping program bakal meminta pelaksana untuk membenahi bangunan.

”Kebetulan hasil akhir saya diundang, ternyata  harus ada perubahan-perubahan, sebab ada temuan beberapa bagian yang ada di RAB ternyata belum dipasang, akhirnya dibenahi sesuai dengan rekomendasi pendamping dari Surabaya, tim monitoring dan sudah selesai, tinggal untuk yang jalan turunan itu yang belum,” bebernya.

Adapun keberadaan jembatan penghubung tersebut, menurutnya sangat dibutuhkan warga sekitar. ”Kalau tidak ada akses jembatan harus jalan memutar jauh, termasuk juga untuk menghidupkan perekonomian warga sekitar, sebab itu nanti bisa menghubungkan sampai Desa Kedunglumpang, jadi tidak lagi harus memutar,” bebernya.

Camat Mojoagung Heru Cahyono membenarkan perihal pengerjaan proyek jembatan didanai dari APBN 2018. ”Iya, itu proyek Pisew, anggarannya dari pusat,” bebernya kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Disinggung terkait kondisi proyek jembatan di lapangan yang masih mangkrak lantaran pengerjaan jembatan diduga belum tuntas sepenuhnya. ”Memang info dari warga seperti itu (mangkrak, Red). Kemarin saya juga sudah cek ke lokasi, memang masih ada beberapa kekurangan menurut saya,” bebernya lagi.

Terkait tindaklanjut usai meninjau lokasi itu ia tidak bisa berbuat banyak. “Sebab memang itu bukan kewenangan kami. Kebetulan proyek tersebut yang mengerjakan BKAD (badan kerjasama antar desa) Karangwinongan, bisa konfirmasi langsung ke kepala desa,” terang dia.

Pantauan di lokasi pada Jumat kemarin (11/1), pihaknya belum terlihat aktivitas warga melintasi jembatan. Terlihat dibagian turunan jembatan sisi barat, terdapat kubangan menganga cukup dalam, sehingga membahayakan warga semisal melintas jembatan. “Lebih-lebih jika menggunakan kendaraan, akses jalannya pun belum bisa dilewati,” pungkasnya. (*)

(jo/naz/mar/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia