Senin, 21 Jan 2019
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Dana Habis, Pembangunan Underpass Tol Solo-Kertosono Belum Rampung

11 Januari 2019, 09: 09: 04 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Terowongan (underpass) jalan tol Solo-Kertosono di Desa/Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang

Terowongan (underpass) jalan tol Solo-Kertosono di Desa/Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang (Ainul Hafidz/Jawa Pos Radar Jombang)

JOMBANG – Belum tuntasnya pembangunan terowongan (underpass) jalan tol Solo-Kertosono di Desa/Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang, ternyata karena faktor dana. Hingga saat ini Kementerian PUPR belum memberikan persetujuan untuk melanjutkan pembangunan.

Bedru Cahyono, PPK Pembangunan Jalan tol Saradan-Kertosono dari Kementerian PUPR mengaku pihaknya sudah mengajukan ke pusat. Menurutnya problem di luar mainroad tidak hanya terjadi di Jombang, namun di daerah lain juga demikian.

“Jadi secara teknis sudah oke, sekarang tinggal dananya. Karena masih butuh tambahan-tambahan, makanya itu kita minta dari pusat,” kata Bedru dikonfirmasi melalui sambungan selulernya kemarin (10/1). Dijelaskan, untuk saat ini hanya tinggal administrasi saja. Lantaran minimnya dana untuk penanganan itu.

“Yang jelas kita sudah komitmen untuk menyelesaikan permintaan warga di Jombang maupun Nganjuk,” imbuh dia. Namun, untuk saat ini tak bisa dipenuhi secara keseluruhan. “Karena memang harus mendapat persetujuan untuk pengajuan pendanaan,” sambung Bedru.

Daftar titik atau lokasi yang perlu ditangani kata Bedru juga sudah disampaikan. “Sekarang menunggu arahan, sudah membuat daftar kekurangan pekerjaan. Kalau memang nanti sudah disetujui akan kita kerjakan. Bisa saja arahannya nanti yang mengerjakan kita atau lainnya,” ungkap dia.

Karena menunggu persetujuan itu lanjut Bedru untuk penanganan tak bisa dilakukan secepatnya. “Jadwal kontrak kita memang sampai Juli, akan tetapi harapan kita paling lambat Februari nanti sudah selesai semua,” beber Bedru.

Diakuinya, di luar pekerjaan mainroad, memang masih belum kelar seluruhnya. Beberapa problem yang terjadi di lapangan masih dalam proses penyelesaian. Termasuk terowongan yang kondisinya tidak optimal.

“Baik di Jombang maupun Nganjuk sekarang masih kita upayakan segera diselesaikan,” papar dia. Sayangnya, Bedru belum mengetahui sejauh mana progres untuk penanganan di terowongan Desa/Kecamatan Bandarkedungmulyo saat ini.

“Jadi sejak peresmian kemarin saya belum tahu perkembangannya seperti apa. Tapi kami tetap komitmen untuk menyelesaikan itu,” pungkas Bedru. (*)

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia