Rabu, 20 Nov 2019
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Pasar Bantuan Kementerian Desa PDTT Rp 1 Miliar di Jombang Mangkrak

11 Januari 2019, 08: 26: 24 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Pasar Desa Bandung bantuan Kementerian Desa PDTT yang hingga kini belum juga berfungsi.

Pasar Desa Bandung bantuan Kementerian Desa PDTT yang hingga kini belum juga berfungsi. (Achmad RW/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG - Meski dibangun sejak 2016, bangunan pasar kawasan perdesaan di Desa Bandung, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, hingga kini belum juga berfungsi. Hingga kemarin pasar ini masih kosong dan kotor lantaran tak terpakai.

Dari jauh, bangunan pasar terlihat berukuran cukup besar berwarna kuning hijau. Di belakangnya terdapat sejumlah kios desa yang berada di samping jalan penghubung Diwek-Mojowarno. Sementara di sisi barat bengunan yang menghadap tanah lapang ini, terdapat delapan kios yang dibelah pintu masuk.

Empat di sisi selatan dan empat kios lagi di sisi utara. Semua kios yang masih tertutup pintu rolling door ini terlihat kosong tak berpenghuni. Hanya satu pintu yang terlihat terbuka kemarin, dan itu pun digunakan penyimpanan semen untuk pembangunan kios lain di depan bangunan pasar ini.

Di belakang kios ini, terdapat ruangan utama yang bentuknya lebih lebar. Di ruangan ini, empat bedak meja nampak dibangun beserta sejumlah tembok pembatas. Kondisinya pun terlihat tak berpenghuni. Ini terlihat dari bangunan di tengah yang terlihat kering dan penuh debu.

Lapak meja memanjang yang harusnya ditempati pedagang juga terlihat penuh dengan kotoran hewan. Cat berwarna biru yang dominan di lapak ini juga telah terlihat kusam dan mengelupas.

Di sudut timur laut bangunan ini, nampak dua ruangan berpintu kaca yang rencananya digunakan untuk kantor. Toilet kondisinya juga sama, tak terawat. Bahkan, kedua pintunya juga terkunci dengan bagian dalam penuh debu dan kotor.

Satu-satunya sisi yang nampak digunakan pada bangunan ini hanyalah sebuah petak di pojok utara dekat pintu sebelah timur. Di sini, terlihat sebuah lapak yang menjual minuman ringan dan kopi meski saat Jawa Pos Radar Jombang mengunjunginya, lapak ini terlihat masih tutup.

Ya, bangunan pasar yang masih terlihat cukup megah ini memang sudah dua tahun terakhir mangkrak tak berpenghuni. “Ya dibangun sejak 2016, sampai sekarang memang belum digunakan, masih kosong. Yang dipakai cuma pas pojok ini saja untuk warung kopi,” terang Amrullah, 30 warga di lokasi.

Meski demikian, ia mengaku tak tahu pasti mengapa bangunan ini tak juga dihuni. Padahal secara kelengkapan, pasar ini harusnya sudah bisa ditempati. “Ya nggak tahu, entah karena belum selesai asbesnya atau mau diperbaiki lagi saya sendiri tidak tahu. Yang jelas kalau lampu dan listrik kan sudah ada dan berfungsi juga kok,” lanjutnya.

Ia pun menyebut tetap berharap agar bangunan yang dibangun atas bantuan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi sebesar Rp 1 miliar lebih ini bisa segera difungsikan. “Ya sayang juga kan kalau dibiarkan begini terus harusnya memang sudah bisa segera dipakai. Yang dipakai kan juga uang rakyat, dan jumlahnya juga tidak sedikit,” pungkasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jombang (10/1), Pj. Kepala Desa Bandung Arifah tak menjelaskan banyak terkait status bangunan pasar ini. Beralasan tengah menyetir mobil, Arifah hanya menyebut jika pemanfaatan pasar itu baru bisa dilakukan ketika kesepakatan antara tiga desa sudah tercapai.

“Yang pasar kawasan itu kan untuk tiga desa, jadi harus kesepakatan tiga desa itu dulu, jadi itu Desa Ngudirejo, Desa Bandung dan Desa Kedawong, jadi sebelum itu sepakat memang tidak bisa ditempati. Sudah ya mas, saya sedang menyetir sendiri ini,” jawabnya singkat. (*)

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia