Minggu, 24 Mar 2019
radarjombang
icon featured
Hukum

Pelaku yang Viral Disebut “Babi Ngepet” Bertingkah Aneh Saat Mencuri

10 Januari 2019, 21: 17: 10 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Suprapto, 38, pelaku pencurian belasan rumah di Perumahan Tambakrejo Asri dan Perumahan Astapada Indah I, II, III, saat ditunjukkan ke publik oleh Satreskrim Polres Jombang

Suprapto, 38, pelaku pencurian belasan rumah di Perumahan Tambakrejo Asri dan Perumahan Astapada Indah I, II, III, saat ditunjukkan ke publik oleh Satreskrim Polres Jombang (M.Nasikhuddin/Jawa Pos Radar Jombang)

JOMBANG – Fakta lain dari penangkapan Suprapto, 38, pelaku pencurian belasan rumah di Perumahan Tambakrejo Asri dan Perumahan Astapada Indah I, II, III, yang ramai disebut “babi ngepet” terus mencuat. Pelaku sempat bertingkah tidak lazim untuk menakut-nakuti warga yang mengetahui aksinya.

”Jadi ada warga memergoki pelaku jalannya mbrangkang, hanya mengenakan celana dalam dan tidak mengenakan baju, ini diakui pelaku. Tapi bukan  menerapkan ilmu, tapi saat itu dia kepergok. Dia sendiri takut, akhirnya dia menakut-nakuti warga dengan bertingkah aneh, merunduk merunduk, jadi bukan “babi ngepet” seperti yang sempat viral,” tegas Kasatreskrim Polres Jombang Gatot Setyo Budi saat menggelar keterangan pers di Mapolres Jombang (9/1) kemarin.

Ditanya kenapa pelaku tidak mengenakan baju dan hanya mengenakan celana dalam? Kasatreskrim menyebut, itu juga bukan lantaran menerapkan ilmu. ”Itu kebetulan saja, dia habis kehujanan, sehingga baju dan celananya basah, akhirnya dilepas sekalian,” imbuhnya.

Ditanya apakah pelaku sebelumnya pernah berurusan masalah hukum, Gatot membenarkan. ”Memang SP ini seorang residivis, tapi bukan dalam kasus pencurian. Tapi perannya sebagai penadah barang,” bebernya. Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 363 ayat 1 ke 3e KUHP.

Sebelumnya, upaya polisi mengungkap kejadian pencurian  tidak lazim di sejumlah perumahan di wilayah Jombang membuahkan hasil. Itu setelah polisi berhasil meringkus Suprapto, 38, warga Dusun/Desa Joketro, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan.

”Terhadap pelaku yang ramai disebut-sebut “babi ngepet” sudah kita amankan. Masih kita lakukan pemeriksaan intensif,” tegas Kasatreskrim Polres Jombang AKP Gatot Setyo Budi kepada Jawa Pos Radar Jombang (8/1).

Dijelaskan Gatot, usai menerima laporan dari salah satu korban, pihaknya langsung menerjunkan tim melakukan penyelidikan. Selain itu, pihaknya juga berusaha mendalami keterangan sejumlah warga yang menjadi korban tapi tidak melapor.

Berbekal hasil keterangan sejumlah saksi, pihaknya pun mulai mendapat petunjuk ke arah pelaku. ”Setelah kita telusuri, mengarah ke pelaku ini. Kita lakukan pelacakan ternyata tinggalnya di wilayah Magetan, terus kita kejar dan berhasil kita amankan,” imbuhnya.

Kepada polisi, pria yang sehari-harinya berjualan sayuran pete mengakui perbuatannya melakukan pencurian di kawasan empat perumahan di Desa Tambakrejo dan Plosogeneng, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang. ”Memang pelaku mengakui, bahwa dirinya mencuri di rumah warga perumahan,” bebernya.

Meski masih dalam proses pendalaman, hasil pengakuannya sementara ini lanjut Gatot, sudah berhasil diidentifikasi sebanyak delapan korban. ”Dimungkinkan masih banyak korban lain, tapi masih kita dalami,’’ imbuhnya. (*)

(jo/naz/mar/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia