Minggu, 24 Mar 2019
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Kalangan Dewan Minta Pabrik Plastik Pemicu Busa Sungai Disanksi

10 Januari 2019, 18: 14: 08 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Pabrik pengolah plastik CV Pandu Kencana di Desa Godong, Kecamatan Gudo

Pabrik pengolah plastik CV Pandu Kencana di Desa Godong, Kecamatan Gudo (Ainul Hafidz/Jawa Pos Radar Jombang)

JOMBANG - Kalangan anggota DPRD menyesalkan terjadinya busa menggunung yang disebabkan dari pabrik pengolahan plastik. Para wakil rakyat mendukung langkah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang akan menghentikan operasional sementara pabrik pengolah plastik CV Pandu Kencana di Desa Godong, Kecamatan Gudo.

“Ya harus ditindak tegas, paling tidak memang dilakukan penutupan sementara,” ujar Miftahul Huda, Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Jombang, kemarin. Dijelaskan,  dikhawatirkan kalau tidak diberi sanksi tegas, bisa muncul kejadian serupa.

Apalagi, ujar Huda, persyaratan pendirian pabrik sudah sangat jelas. Baik yang diatur di dalam perda maupun undang-undang. “Prinsipnya Pemkab Jombang harus menjalankan aturan. Kalau memang ada perusahaan yang melanggar, ya harus ditindak,” ujarnya.

Terlebih lagi, menurut informasi yang dirinya dapat, pabrik tersebut masih belum mempunyai IPAL. Sehingga sangat pas kalau  pihak pabrik juga harus menghentikan aktivitasnya untuk sementara.

“Kasus ini seperti pabrik plastik di Kesamben beberapa waktu lalu, dan kami juga merekomendasikan untuk ditutup sementara,” ungkapnya.

Dirinya juga mendesak, agar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jombang  lebih masif lagi meninjau pabrik-pabrik di Jombang. Apakah sudah mempunyai IPAL atau  belum. Dirinya yakin masih banyak pabrik yang belum mempunyai IPAL.

“Pemkab juga harus melakukan pengecekan ke semua pabrik di Jombang apakah sudah mempunyai IPAL atau tidak,” tegasnya.

Dirinya juga meyakini, apabila  DLH melakukan pengecekan, bisa  meminimalisir pabrik yang membuang limbah secara langsung tanpa pengolahan. “Pasti nantinya bisa mengurangi pencemaran lingkungan dari limbah pabrik,” pungkas Huda. (*)

(jo/yan/mar/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia