Rabu, 20 Nov 2019
radarjombang
icon featured
Jombang Banget

Kerja Sampingan Warga Desa Kedungpapar Merangkai Jaring Ternak Kerang

10 Januari 2019, 16: 09: 11 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Proses pemembuatan jaring kerang di Dusun Tragal, Desa Kedungpapar, Kecamatan Sumobito.

Proses pemembuatan jaring kerang di Dusun Tragal, Desa Kedungpapar, Kecamatan Sumobito. (M.Nasikhuddin/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG - Puluhan ibu rumah tangga di Dusun Tragal, Desa Kedungpapar, Kecamatan Sumobito saat ini punya kesibukan tersendiri, yakni membuat jaring kerang.

Di teras rumah, setiap hari para ibu ini duduk melingkar sambil tangannya aktif menganyam bahan nilon menjadi jaring. “Ini sedang buat jaring untuk ternak kerang mas,” beber Kholifah, 52, salah satu warga.

Tidak hanya dirinya, kegiatan serupa hampir dilakukan seratusan ibu-ibu rumah tangga lainnya di lingkungan dirinya tinggal. “Itung-itung dari pada nganggur mas, ikut garap jaring kerang, lumayan hasilnya buat tambahan belanja,” bebernya.

Meski awalnya merasa kesulitan, lambat laun dirinya pun mahir menghasilkan produk. “Awalnya memang agak sulit mas, tapi kalau sudah terbiasa bisa cepat,” bebernya.

Dari jasanya membuat jaring kerang, dirinya pun mendapat upah lumayan. “Per jaring untuk ukuran sedang upahnya 900, kalau ukuran besar seperti ini upahnya 2.700 per jaring,” bebernya.

Jika di awal hanya bisa menyelesaikan sekitar lima jaring, seiring tangannya sudah terlatih, hasil garapannya pun bertambah banyak. “Kalau awal-awal dulu paling dapat lima, kalau sekarang rata-rata per hari bisa selesaikan antara 9 sampai 10 jaring, upahnya tinggal dikalikan saja,” bebernya.

Salah satu yang menjadikannya betah menggeluti kegiatan jasa pembuatan jaring kerang, tidak dituntut target seperti kerja di pabrik. “Jadi selonggarnya kita, tidak ada tuntutan target. Pas kita longgar kita ambil garapan dari pengepul, selesai kita klaimkan, terserah mau ambil garapan banyak atau sedikit juga boleh,” bebernya.

Tidak terasa, terhitung sekarang ini sudah belasan tahun Kholifah menggeluti jasa pembuatan jaring kerang. “Itung-itung buat bantu-bantu suami cari nafkah keluarga,” singkatnya.

Nantinya setelah jaring terkumpul dari pengepul, selanjutnya ada dari pihak pabrik yang mengambil sekaligus mengirim bahan garapan. “Saya kurang tahu, infonya produknya dijual sampai ke luar negeri, kalau tidak salah dikirim ke Australia," sambung Fatimah, warga lainnya.

Meski mendapat penghasilan tidak seberapa, namun dirinya merasa sangat bersyukur menggeluti jasa pembuatan jaring kerang. “Lumayan bisa dapat penghasilan, tapi tetap bisa jaga rumah dan menemani anak-anak di rumah," singkatnya. (*)

(jo/naz/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia