Minggu, 24 Mar 2019
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Nasib Petani di Pinggir Tol Soker; Saluran Air Buruk, Sawah Kebanjiran

09 Januari 2019, 10: 31: 18 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Kondisi sawah di pinggir jalan tol Soker (Solo-Kertosono)

Kondisi sawah di pinggir jalan tol Soker (Solo-Kertosono) (Ainul Hafidz/Jawa Pos Radar Jombang)

JOMBANG - Petani di Dusun Kedunggabus, Desa/Kecamatan Bandar Kedungmulyo yang sawah di pinggir jalan tol Soker (Solo-Kertosono) waswas dengan tanamannya. Pasalnya sebagian padi milik petani terendam air, sejak hujan turun dengan intensitas cukup tinggi dalam dua hari terakhir.

Seperti yang terjadi di Dusun Kedunggabus, areal sawah di pinggiran jalan tol Soker dipenuhi air kemarin (8/1). Saking banyaknya, membuat sawah milik petani seperti tambak. Sebagian padi sudah tak terlihat lagi.

Mastur salah seorang warga menuturkan, sejak dua hari ini padi yang baru saja ditanam terendam air. “Kemarin masih lumayan nggak sampai banyak, sekarang (kemarin, Red) airnya bertambah,” kata dia kemarin.

Dia yang juga mempunyai sawah di sekitaran jalan tol tersebut mengungkapkan, ada beberapa kendala yang mengakibatkan air mandek hingga merendam padi. Di antaranya masih belum optimalnya saluran yang ada di sekitar jalan tol.

Sebagian titik masih tersumbat, sehingga air tak bisa mengalir seperti biasanya. “Yang dekat terowongan itu memang masih belum maksimal salurannya. Airnya memang mengalir dari selatan ke utara, di tengah-tengah sekarang ada tol. Mungkin karena itu jadi airnya mandek di sawah,” imbuh dia.

Selain itu, lanjut Mastur, bendungan yang ada di Desa Brangkal, Kecamatan Bandarkedungmulyo juga berdampak. “Tadi kabarnya damnya masih ditutup, jadi air nggak bisa mengalir bebas,” sambung Mastur.

Dia khawatir, jika tanaman padi terlalu lama terendam air, akan membuat kondisi padi memburuk. “Padi ini biasanya tiga sampai satu minggu kerendam membusuk. Mudah-mudahan sore bendungannya sudah dibuka,” papar dia berharap.

Senada, Marianto petani lainnya menuturkan,  masih belum berfungsinya saluran, membuat air tak bisa mengalir sepenuhnya. Akibatnya Air meluber hingga ke areal pertanian. “Kalau hujan sehari full biasanya banjir,” tutur Marianto.

Meski sawah milik Marianto berada di selatan jalan tol,  kadang-kadang air juga membanjiri sawah miliknya. “Kebetulan sawah saya dekat saluran itu,” sambung dia.

Hingga sore, kemarin, air masih menutupi sawah milik petani di pinggiran jalan tol. “Íni tadi sudah dibuka, airnya sudah mulai jalan lagi. Sudah mulai surut. Tetapi kalau hujan deras, ya pasti banjir lagi,” sahut Mastur. (*)

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia