Rabu, 20 Nov 2019
radarjombang
icon featured
Hukum

Heboh ‘Babi Ngepet’ di Empat Perumahan, Polisi Berhasil Tangkap Pelaku

09 Januari 2019, 09: 53: 28 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Suprapto, 38, warga Dusun/Desa Joketro, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, saat berada di Mapolres Jombang

Suprapto, 38, warga Dusun/Desa Joketro, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, saat berada di Mapolres Jombang (Istimewa)

Share this      

JOMBANG – Upaya polisi mengungkap kejadian pencurian  tidak lazim di sejumlah perumahan di wilayah Jombang membuahkan hasil. Itu setelah polisi berhasil meringkus Suprapto, 38, warga Dusun/Desa Joketro, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan.

”Terhadap pelaku yang ramai disebut-sebut ‘babi ngepet’ sudah kita amankan. Masih kita lakukan pemeriksaan intensif,” tegas Kasatreskrim Polres Jombang AKP Gatot Setyo Budi  kepada Jawa Pos Radar Jombang (8/1) kemarin.

Dijelaskan Gatot, usai menerima laporan dari salah satu korban, pihaknya langsung menerjunkan tim melakukan penyelidikan. Selain itu, pihaknya juga berusaha mendalami keterangan sejumlah warga yang menjadi korban tapi tidak melapor.

Berbekal hasil keterangan sejumlah saksi, pihaknya pun mulai mendapat petunjuk ke arah pelaku. ”Setelah kita telusuri, mengarah ke pelaku ini. Kita lakukan pelacakan ternyata tinggalnya di wilayah Magetan, terus kita kejar dan kemarin siang berhasil kita amankan,” imbuhnya.

Kepada polisi, pria yang sehari-harinya berjualan sayuran pete mengakui perbuatannya melakukan pencurian di kawasan empat perumahan di Desa Tambakrejo dan Plosogeneng, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang. ”Memang pelaku mengakui, bahwa dirinya mencuri di rumah warga perumahan,” bebernya.

Meski masih dalam proses pendalaman, hasil pengakuannya sementara ini lanjut Gatot, sudah berhasil diidentifikasi sebanyak delapan korban. ”Dimungkinkan masih banyak korban lain, tapi masih kita dalami. Ini tadi (kemarin, Red) kita keler ke lokasi, tapi karena khawatir massa tak terkendali, akhirnya saya perintahkan kembali,” imbuhnya.

Dari keterangan sementara, pertama kali pelaku melakukan pencurian, bermula dari pelaku dalam perjalanan dari Babat, Kabupaten Lamongan hendak pulang ke Magetan naik bus.

Entah karena apa, tiba-tiba lanjut Gatot, pelaku mengaku dioper ke bus lain, tepatnya di SPBU Tambakrejo, Kecamatan Jombang. ”Katanya, waktu itu pelaku ke toilet, ternyata begitu habis dari toilet, bus sudah berangkat, jadi dia ketinggalan di SPBU Tambakrejo,” bebernya.

Nah, karena bekalnya menipis, dirinya kebingungan pulang. ”Mau pulang tidak punya ongkos, terus dirinya lihat ada perumahan, lantas terbesit mencuri di situ,” imbuh Gatot.

Benar saja, sekitar pukul 02.00 WIB, dirinya mulai beraksi. Dirinya nekat menyusuri area persawahan dan berhasil sampai ke perumahan. ”Di situ, dia cari kayu atau apapun yang bisa digunakan untuk bisa naik dinding rumah warga perumahan. Akhirnya dirinya berhasil menggapai wuwung (atap rumah),” bebernya.

Setelah berhasil naik ke atap rumah, dirinya pun mulai membidik calon korbannya. ”Dia cari rumah-rumah bertingkat yang tidak terkunci, kemudian dia masuki dan ambil hartanya,” bebernya. Di awal aksinya, pelaku berhasil memasuki sejumlah rumah.

”Aksi awal dapat HP dan uang sekitar Rp 1 jutaan, terus keluar lagi, berjalan di genting, cari rumah tingkat tak dikunci, masuk lagi ternyata tidak dapat hasil terus putuskan pulang,” bebernya. Setelah kejadian itu, terbesit di pikiran pelaku untuk mengulangi perbuatannya lagi.

”Jadi dia balik lagi naik bus, terus mencuri lagi, termasuk dapat dari salah satu rumah korban merupakan anggota Polri sekitar Rp 60 juta di amplop. Tapi diakuinya hanya sekitar Rp 45 juta. Modusnya sama, naik dinding terus ke wuwung rumah, jalan di genteng cari rumah bertingkat yang tidak terkunci,” imbuhnya.

Disinggung terkait penuturan salah satu korban yang sempat memergokinya tidak menggunakan baju dan celana, hanya menggunakan celana dalam dan sempat merunduk-merunduk, pelaku tidak membantah.

”Memang itu dirinya, tapi pengakuannya tidak punya ilmu ghaib atau semacamnya. Karena waktu itu bajunya basah habis kehujanan, sehingga dirinya lepas. Ternyata pas kepergok yang punya rumah, dia berlagak merunduk-runduk (seperti perilaku hewan, Red) untuk menakut-nakuti pemilik rumah, ternyata berhasil,” imbuhnya.

Saat ini, pihaknya masih terus menggali keterangan dari pelaku. ”Intinya dari sejumlah keterangan yang kita dapat, sudah nyambung, tapi tetap kita masih perlu pendalaman lebih lanjut,” bebernya.

Sampai dengan saat ini, polisi masih berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit HP merk Xiaomi milik satu korban yang sebelumnya telah melapor.

”Kalau dari pengakuannya, uang hasil curian sampai puluhan juta tersebut habis, buat bayar hutang, buat hajatan istrinya yang sedang hamil, sudah habis,” tegasnya. Atas perbuatannya, pelaku terancam dijerat pasal 363 ayat 1 ke 3e KUHP. (*)

(jo/naz/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia