Senin, 21 Jan 2019
radarjombang
icon featured
Politik & Pemerintahan

Tunggu PKPU Pungut Hitung, Nasib Pemilih Non KTP-el Belum Jelas

08 Januari 2019, 13: 55: 27 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Anggota KPU Burhan Abadi

Anggota KPU Burhan Abadi (Anggi Fridianto/Jawa Pos Radar Jombang)

JOMBANG – Nasib ribuan pemilih potensial non KTP-el sebanyak 3.700 orang masih belum jelas. Pasalnya, hingga kini peraturan KPU maupun juknis tentang yang mengatur hal tersebut belum turun.

Anggota KPU Burhan Abadi menjelaskan, sesuai rekomendasi Bawaslu Jombang, pihaknya sudah memasukan 3.700 pemilih potensial KTP-el ke dalam daftar pemilih tetap (DPT HP-2) Pemilu 2019. Sehingga mereka memiliki hak pilih.

Namun hal itu belum menjamin hak pilih mereka jika belum ada aturan dari KPU RI yang memperbolehkan pemilih non KTP-el bisa mencoblos. ”Benar, sebab sesuai PKPU satu-satunya syarat pemilih bisa menggunakan hak pilih adalah memiliki KTP-el,” ujar dia.

Menurut Burhan, problem pada pemilu ini sempat terjadi pada Pilbup 2018 lalu. Kala itu, juga banyak ribuan pemilih non-KTP el yang terancam kehilangan hak pilih.

Namun pada akhirnya KPU RI mengeluarkan  surat edaran yang memperbolehkan mereka mencoblos asalkan menunjukan lampiran undangan yang berbunyi mereka sudah terdaftar di TPS dari KPU setempat.

”Begitu juga sekarang. Kita masih menunggu petunjuk dari KPU RI,” beber dia.

Secara prinsip, KPU maupun Bawaslu tidak ingin ada pemilih yang kehilangan hak pilihnya. Sehingga, KPU RI tentu akan mencarikan solusi atas problem ini. ”Ya harus ada juknis, tentang pemungutan dan penghitungan suara yang mengatur pemilih non-KTP elektronik bisa mencoblos,” jelas dia.

Burhan memperkirakan dalam waktu dekat aturan tersebut segera turun. Apalagi, pemilihan umum tinggal beberapa bulan dari sekarang.

”Kemungkinan sekarang masih dibahas dalam rapat dengar pendapat bersama DPR, dan saya yakin dalam waktu dekat akan turun juknisnya,” pungkasnya. (*)

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia