Minggu, 15 Dec 2019
radarjombang
icon featured
Politik & Pemerintahan

Koleksi dan Pengelolaan Minha Masih Belum Ada Pembahasan

08 Januari 2019, 10: 58: 09 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asyari di kawasan Makam Gus Dur atau PP Tebuireng

Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asyari di kawasan Makam Gus Dur atau PP Tebuireng (Ainul Hafidz/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Mengawali 2019 untuk koleksi benda-benda yang ada di Minha (Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asyari) di kawasan Pesantren Tebuireng masih belum ada perkembangan. BPCB (Balai Pelestarian Cagar Budaya) Jatim di Trowulan menyebut, saat ini belum ada pertemuan lebih lanjut terkait pengelola dan koleksi museum.

Kepala BPCB Jatim di Trowulan Andi Muhamad Said menerangkan, untuk sekarang ini pihaknya juga masih menunggu instruksi dari pemerintah pusat.

“Ini rencananya mau ada pertemuan-pertemuan lagi membahas personel dan koleksi. Sekarang baru mau akan dibicarakan,” kata Andi dikonfirmasi melalui sambungan selulernya kemarin (7/1).

Dijelaskan, karena sudah diresmikan museum itu nantinya tidak dibiarkan lama kosong. Akan ada langkah yang dilakukan pemerintah pusat (Kemendikbud). “Yang jelas tidak mungkin dibiarkan selamanya begitu,” imbuh dia.

Ini  kata Andi, selain meng-handle pembangunan, pemerintah pusat juga  mempersiapkan  koleksi yang dipamerkan. Untuk saat ini pihaknya hanya membantu keperluan keamanan di area museum. “Jadi sambil menunggu itu, baik pengelola maupun personel kita yang handle,” sambung Andi.

Meski tak menjelaskan dengan rinci, kendala yang dialami, menurut Andi untuk koleksi museum butuh waktu lama. “Karena ini kan sifatnya nasional, dari berbagai daerah dan provinsi. Jadi sekarang masih dalam proses dan transisi,” papar dia.

Tidak hanya koleksi, untuk pengelola juga demikian. Masih belum ada keputusan siapa yang akan mengelola museum yang  diresmikan Presiden Joko Widodo pada 18 Desember 2018 itu.

“Masih belum, harusnya pemkab yang mengelola. Pusat yang membangun, dikelola pemkab. Tapi, karena masa transisi mereka belum siap, jadi yang handle sementara dari Jakarta,” ungkap Andi.

Bagaimana jika diserahkan BPCB Trowulan? Menurut Andi meski mengaku cukup berat, dia siap-siap saja. “Terserah yang di Jakarta seperti apa, ya walaupun memang keberatan tapi itu kan tugas,” beber dia.

Ditambahkan, beberapa personel  BPCB Jatim masih  ditugaskan di MINHA. “Jadi setiap hari sudah ada personel dari kami,” pungkasnya. (*)

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia