Rabu, 20 Nov 2019
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Status Proyek Jembatan Gantung Milik Kementerian PUPR Dipertanyakan

08 Januari 2019, 10: 45: 15 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Jembatan gantung proyek milik Kementerian PUPR yang belum selesai dikerjakan

Jembatan gantung proyek milik Kementerian PUPR yang belum selesai dikerjakan (M.Nasikhuddin/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Meski sudah molor 10 hari, pengerjaan proyek jembatan gantung Kali Gunting Mojoagung yang dianggarkan Rp 6,4 miliar milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) belum juga tuntas. Kalangan pengamat kebijakan publik pun mempertanyakan status proyek ini.

“Ini kan proyek pusat, Kementerian PUPR. Yang perlu dipertanyakan, proyek ini apakah multiyears atau tidak. Kalau tidak multiyears, tentu ini menyalahi aturan. Dalam satu tahun anggaran (APBN) harus sudah selesai,” ujar Nurrohman dari LSM Pos Paham kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin.

Sehingga, lanjutnya, kalau tidak multiyears, pihak pejabat pembuat komitmen (PPK) bisa memutus kontrak kalau pihak kontraktor tidak bisa menyelesaikan pekerjaan hingga akhir 2018 lalu.

“Mestinya pihak Kementerian PUPR transparan memberikan penjelasan terkait masalah ini. Kalau memang multiyears, ya tidak apa-apa pekerjaan terus dilanjutkan hingga ganti tahun anggaran,” urainya lagi.

Belum tuntasnya pekerjaan ini juga kembali dipertanyakan oleh warga sekitar jembatan di Desa Karobelah, Kecamatan Mojoagung. ”Belum selesai mas, sampai tadi saya lihat masih ada aktivitas pekerja di lokasi,” beber Muhtar, 45, salah satu warga sekitar.

Pantauan di lokasi, hingga Selasa (7/1) kemarin, terlihat sejumlah pekerja masih sibuk menuntaskan sisa pekerjaan pembangunan jembatan, khususnya di sisi timur wilayah Desa Karobelah, Kecamatan Mojoagung.

Berbeda dengan sebelumnya, nampak perlintasan jembatan sudah terhubung. Meski begitu, terlihat pemasangan bagian pembatas jembatan belum tuntas.

Saat dikonfirmasi, Adi Suwito selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek jembatan gantung membenarkan perihal keterlambatan pengerjaan proyek. ”Iya Mas, memang pekerjaannya molor dari target. Tetap kita minta pelaksana menyelesaikan pekerjaan, tapi berlaku denda keterlambatan,” bebernya.

Disinggung faktor yang menjadikan keterlambatan pengerjaan, dirinya menyebut masalahnya kompleks. ”Kalau kendalanya kompleks mas, kebetulan saya ada catatan kronologisnya lengkap, tapi kebetulan di kantor,” imbuhnya.

Sebelumnya, meski sudah molor sepekan. Pembangunan jembatan gantung Kali Gunting Mojoagung sebesar Rp 6,4 miliar milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), tak kunjung selesai. Pelaksana berdalih, molornya pekerjaan karena pengiriman material yang terlambat.

“Material untuk jembatan semua didatangkan dari Jakarta, ada keterlambatan pengiriman sehingga pemasangannya sempat tertunda,” beber Heri Irawan, perwakilan dari PT Marlin Jaya Kontruksi, kemarin (5/1). Dirinya tak menampik jika sesuai jadwal, batas terakhir pengerjaan sampai 28 Desember 2018. (*)

(jo/naz/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia