Minggu, 15 Dec 2019
radarjombang
icon featured
Jombang Banget

Roti Jadul Banyuarang; Buah Tangan yang Tahan Lama, Tembus Pasar Jawa

07 Januari 2019, 18: 54: 06 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Proses produksi roti jadul bolu plemben

Proses produksi roti jadul bolu plemben (Azmy Endiyana/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Roti jadul bolu plemben yang dibuat Tomi ada dua variasi, yakni basah dan kering. Jika roti basah terasa lebih empuk dan bertahan beberapa hari, untuk bolu plemben kering bisa bertahan lebih lama hingga satu bulan. Sehingga, sangat cocok dijadikan oleh-oleh buat saudara, teman dan kerabat yang jauh.

”Ide variasi kering ini muncul agar bisa dibuat oleh-oleh karena perlu tahan lama,” ujar Tomi. Meski begitu, pembuatan roti bolu plemben kering tidak jauh berbeda dengan roti bolu plemben basah. Hanya saja, untuk variasi kering dioven hingga dua kali, sampai benar-benar tidak ada kadar airnya.

”Kalau yang kering hanya dioven dua kali saja, untuk rasa tetap sama hanya beda kering saja,” ungkapnya. Untuk menikmati roti jadul ini, para pencinta kuliner tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam. Karena harga yang ditawarkan sangat terjangkau hanya Rp 3.200 per pak untuk variasi basah, dan Rp 4.000 per pak untuk variasi kering.

”Perpak isinya sembilan biji plemben,” imbuhnya. Roti jadul bolu plemben ini pun cukup dikenal. Setiap hari, dia bisa membuat 31.000 biji kue. Bahkan, pesanan dan pengiriman sudah dilakukan menyeluruh hingga pulau Jawa dan bahkan sampai Kalimantan.

”Kan sudah ada yang mengambil sendiri, pernah mengirim sampai Kalimantan, tapi kebanyakan di pulau Jawa,” tegasnya. Selain dikirim sendiri, banyak warga sekitar yang langsung membeli ke rumah Tomi langsung. Sebab, roti ini lebih nikmat kalau dinikmati dalam keadaan masih hangat  dan baru keluar dari oven.

Tak jarang, masyarakat sekitar lebih suka beli langsung ke rumah Tomi dibandingkan yang dijual di toko-toko. Andik, salah satu pembeli asal Desa/Kecamatan Ngoro misalnya, lebih sering sering membeli langsung ke rumah karena bisa mencicipi roti dalam keadaan hangat. ”Meski sudah dingin rasanya enak, tapi kalau masih hangat rasanya lebih enak lagi,” ujar dia.

Tidak hanya dikonsumsi untuk keluarga, biasanya dia membeli roti bolu plemben untuk berbagai kegiatan. Karena, apabila tamu diberi suguhanroti plemben pasti habis. ”Biasanya kalau ada acara apa gitu saya pesen roti bolu plemben ini, karena banyak orang yang suka dengan rasanya empuk dan manis,” pungkasnya. (*)

(jo/yan/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia