Minggu, 15 Dec 2019
radarjombang
icon featured
Politik & Pemerintahan

22 Ribu KTP-el Belum Dicetak, KPU Jombang Bakal Lakukan Klarifikasi

07 Januari 2019, 10: 28: 15 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Komisioner KPU Divisi Data dan Perencanaan Burhan Abadi

Komisioner KPU Divisi Data dan Perencanaan Burhan Abadi (Anggi Fridianto/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG - Komisioner KPU divisi data dan perencanaan, Burhan Abadi menyebut perlu ada klarifikasi dengan Dispendukcapil Jombang untuk mengetahui kebenaran data tersebut.

”Soal data itu kami perlu klarifikasi ke Dispendukcapil. Meskipun sebenarnya bukan ranah KPU, karena daftar pemilih tetap (DPT) untuk keperluan pemilu 2019 sudah kita tetapkan dalam DPTHP 2 kemarin,” ujarnya kemarin (6/1).

Meski demikian, ia tak mau tutup mata soal banyaknya warga yang belum melakukan perekaman. Sebab KPU hingga kini terus melakukan pemutakhiran data pemilih. Semisal ada warga yang belum masuk DPT akan dimasukan dalam daftar pemilih khusus (DPK) yang masih disusun KPU hingga jelang coblosan nanti.

”Ya pada intinya kita perlu klarifikasi dulu mengenai data 22 ribu warga itu. Kita ingin tanya apakah data tersebut sudah masuk DPT kita atau belum. Kalau semisal belum masuk ya tentu kita mendorong agar segera dilakukan perekaman ke KPU,” terangnya.

Kaitannya dengan data pemilih, KPU pada kesempatan sebelumnya sudah memasukan sebanyak 16 ribu warga kategori pemilih baru dalam DPT. Semua warga yang belum genap berusia 17 tahun tersebut dimasukan ke DPT agar mereka bisa menggunakan hak pilih pada waktu coblosan 17 April mendatang. ”Jika kita ngomong data Dispendukcapil sebanyak 22 ribu itu, kita belum tahu apakah termasuk 17 ribu pemilih pemula yang sudah kita masukan dalam DPT,” rinci dia.

Selain pemilih pemula, KPU juga sudah memasukkan sebanyak 3.000-an warga yang belum memiliki KTP el di dalam DPT. Sejumlah 3.000 warga itu masuk dalam kategori pemilih potensial non-kTP-el hasil rekomendasi Bawaslu. ”Benar, jadi karena ada rekomendasi dari Bawaslu kita sudah memasukan data tersebut,” beber dia.

Mulai hari ini (6/1) hingga 15 Maret mendatang, KPU akan terus melakukan pemutakhiran data pemilih. Pihaknya akan menyusun DPK 2. ”DPK 2 kita mulai besok (hari ini) karena DPK 1 sudah selesai kita susun. Jumlah pemilih baru mencapai 33 pemilih,” pungkasnya. (*)

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia