Rabu, 13 Nov 2019
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Molornya Proyek Jembatan Kementerian PUPR Disebut karena Material

06 Januari 2019, 19: 44: 42 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Jembatan gantung Kali Gunting Mojoagung senilai Rp 6,4 miliar milik Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Jembatan gantung Kali Gunting Mojoagung senilai Rp 6,4 miliar milik Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (M.Nasikhuddin/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG - Sudah sepekan molor, pembangunan jembatan gantung Kaligunting Mojoagung senilai Rp 6,4 miliar milik Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), tak kunjung selesai. Pelaksana berdalih, molornya pekerjaan karena pengiriman material yang terlambat.

"Material untuk jembatan semua didatangkan dari Jakarta, kemarin ada keterlambatan pengiriman sehingga pemasangannya sempat tertunda," beber Heri Irawan, perwakilan dari PT Marlin Jaya Kontruksi, kemarin (5/1). Dirinya tak menampik jika sesuai jadwal, batas terakhir pengerjaan sampai 28 Desember 2018.

Karena sejumlah kendala, lanjutnya, pekerjaan menjadi molor dan sampai sekarang belum selesai. ”Tetap kita selesaikan, tapi berlaku denda keterlambatan,” katanya. Terhitung sampai sekarang, pekerjaan hampir rampung karena tinggal pemasangan sejumlah lintasan jembatan dan pembatas. ”Besuk (hari ini, Red) kita upayakan sudah selesai, kita kebut sampai malam,” imbuhnya.

Untungnya, sekarang semua material sudah siap di lokasi sehingga pengerjaannya bisa dikebut. ”Tinggal dipasang,” imbuhnya lagi. Sementara itu, pantauan di lokasi, nampak sejumlah pekerja tengah memasang lintasan jembatan. Dari 20 meter panjang jembatan, sebagian sudah terpasang dan menyisakan sekitar 5 meter.

Sementara di titik lain, sejumlah pekerja terlihat baru mulai memasang pembatas jembatan di masing-masing sisi. Proses pengecoran jalan akses keluar masuk jembatan di sisi barat, wilayah Dusun Tragal, Desa Kedungpapar, Kecamatan Mojoagung terlihat sudah tersambung, tapi sparator jalan belum sepenuhnya tuntas.

Berbeda dengan permukaan jalan akses masuk jembatan di sisi timur wilayah Dusun/Desa Karobelah, Kecamatan Mojoagung sepertinya belum tergarap lantaran permukaan bidang masih berupa tanah uruk. ”Kita masih fokus jembatan tersambung, target kita besuk sudah selesai,” pungkas dia. (*)

(jo/naz/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia