Minggu, 24 Mar 2019
radarjombang
icon featured
Hukum

Kebakaran Undar Jombang Diduga Akibat Hubungan Pendek Arus Listrik

03 Januari 2019, 17: 44: 50 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Kapolres Jombang AKBP Fadli Widiyanto

Kapolres Jombang AKBP Fadli Widiyanto (Anggi Fridianto/Jawa Pos Radar Jombang)

JOMBANG – Hasil penyelidikan kasus kebakaran di kampus Undar Jombang dari Labfor Polri Cabang Surabaya, hingga kini memang belum diterima Polres Jombang. Namun dugaan sementara, kebakaran pada 3 Desember terjadi akibat hubungan arus pendek arus listrik.

Kapolres Jombang AKBP Fadli Widiyanto mengaku masih belum menerima hasil labfor dari penyelidikan tim Labfor Polri Cabang Surabaya pada awal Desember tahun lalu. “Sampai saat ini kami masih menunggu hasil labfor dari kejadian kebakaran di Undar,” ujar dia kepada sejumlah wartawan.

Sejauh ini, kata dia, kepolisian sudah melakukan pemeriksaan terhadap 16 orang saksi. Namun, penyelidikan hingga belum menunjukan bukti yang mengarah kejadian tersebut ada unsur sengaja. “Belum ada alat bukti yang mengarah bahwa kejadian itu dari unsur sengaja,” tegasnya.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan tim labfor, dugaan sementara kebakaran yang menghanguskan dua lantai gedung advance learning tersebut karena hubungan arus pendek alias korsleting listrik. “Dugaan sementara karena arus pendek, sehingga dugaan   ada unsur sengaja atau dilakukan maksud-maksud tertentu sampai saat ini masih belum ada,” tegasnya kembali.

Demikian pula kejadian kebakaran yang melanda salah satu kantor di Unipdu Rejoso Peterongan bulan lalu. Pihaknya menyimpulkan, kejadian tersebut murni hubungan arus pendek.

“Kalau kebakaran di Unipdu itu memang karena arus pendek. Kemudian dari pihak universitas juga sudah menganggap kejadian ini karena hubungan arus pendek. Kita pun menyimpulkan kasus tersebut sudah selesai,” tandasnya.

Kebakaran yang disebabkan arus pendek, memang seringkali menjadi faktor utama. Salah satu penyebabnya karena masyarakat sendiri yang lalai dalam memahami kapasitas kabel.

Sebagai gambaran, kapolres mencontohkan, kebiasaan masyarakat yang menambah daya listrik di rumah mereka dari 1200 watt menjadi 2200 watt tidak diimbangi dengan penggantian kabel yang setara untuk aliran listrik 2200 watt.

“Sehingga bila terjadi pemakaian listrik yang besar akan mempengaruhi kabel tersebut. Paling sering adalah terjadi arus pendek tadi,” beber dia memerinci. Contoh lainnya, adalah hal maintenance alias pemeliharaan. Kebanyakan kabel listrik yang ada di rumah dan perkantoran tidak dirawat secara berkala.

Sehingga jika digigit tikus akan mengelupas dan mudah terjadi arus pendek. “Padahal penting sekali untuk merawat kabel-kabel yang ada di rumah, perkantoran untuk mencegah terjadinya arus pendek tersebut,” pungkasnya. (*)

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia