Minggu, 15 Dec 2019
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Konflik Tak Kunjung Usai, Alumni Undar Datangi Gedung Pemkab Jombang

03 Januari 2019, 11: 05: 59 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Alumni Undar Jombang wadul ke Pemkab Jombang dan melakukan audiensi di gedung Suroadiningrat Pemkab kemarin.

Alumni Undar Jombang wadul ke Pemkab Jombang dan melakukan audiensi di gedung Suroadiningrat Pemkab kemarin. (Anggi Fridianto/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Sejumlah tokoh yang tergabung dalam forum silaturahmi alumnnus Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang meminta dukungan kepada Pemkab Jombang termasuk jajaran forpimda kemarin (2/1).

Mereka  meminta dukungan Pemkab untuk menyelesaikan rentetan masalah yang membelit Undar akhir-akhir ini. Pertemuan tertutup di Ruang Suroadiningrat tersebut dihadiri beberapa tokoh yang juga alumni Undar.

Diantaranya KH Isrofil Amar (mantan ketua PCNU), KH Mustain Hasan (Ketua FKDM), Tadjoer Rizal dosen Pascasajarna Undar, Widjono Soeparno (mantan Wabup Jombang) dan beberapa tokoh lainnya. Sayang di saat pertemuan berlangsung seluruh awak media yang meliput diminta keluar ruangan dengan alasan pertemuan internal.

Ditemui usai pertemuan, KH Isrofil Amar menyampaikan beberapa hal. Termasuk pihaknya memberikan tujuh rekomendasi kepada Bupati Mundjidah Wahab. Pertama, forum prihatin atas permasalahan yang membelit Undar. Kedua, forum menghendaki agar Undar dikelola secara profesional baik di tingkat yayasan maupun universitas dengan melakukan pembenahan-pembenahan untuk penyelesaian menyeluruh.

Ketiga, forum menghendaki agar putra-putri almarhum KH Mustain Romli selaku pendiri Undar lebih mengedepankan keutuhan keluarga demi menyelamatkan masa depan Undar. ”Apalagi di Undar sekarang kan tidak ada rektor, tidak ada dekan. Kami juga merasa kasihan karena banyak mahasiswa yang belum wisuda,’’ ujar Isrofil.

Disamping itu, forum yang diberi nama tim sembilan tersebut juga mengusulkan Bupati Jombang secara ex-officio diangkat sebagai Dewan Penyantun Undar. ”Kami mendesak agar persoalan persoalan yang ada di Undar diselesaikan secara menyeluruh dengan mengedepankan musyawarah untuk mencapai mufakat dan sebisa mungkin menghindari penyelesaian melewati jalur pengadilan,’’ beber dia.

Alasan pihaknya meminta dukungan pemkab dan jajaran forpimda karena dinilai punya kewenangan dan kekuasan di Jombang. ”Karena nanti kalau sampai Undar ini dibekukan kan otomatis nama pemkab terbawa. Apalagi dari alumni tidak bisa berbuat sendiri, jadi harus ada dukungan dari pemkab. Kami berharap pemkab mengusulkan kepada pihak yayasan dan segera menyelesaikan ini,’’ pungkasnya.

Ditemui terpisah, Bupati Mundjidah Wahab mengaku bakal menindaklanjuti rekomendasi dari alumni Undar. ”Kami dari Forpimda akan melakukan pertemuan dulu sebelum nanti melakukan tindakan, karena ini menyangkut nasib anak-anak kita. Sebab, kalau Februari tidak selesai kan bisa dicabut izinnya,’’ ujar dia.

Menurut dia, Undar sendiri sudah menjadi aset daerah sehingga sangat wajar pemkab turun tangan membantu menuntaskan sederetan problem yang membelit Undar. ”Kita akan berupaya dengan melakukan musyarawah,’’ pungkasnya. (*)

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia