Minggu, 15 Dec 2019
radarjombang
icon featured
Politik & Pemerintahan

Proyek Saluran Irigasi Kementerian PUPR Molor, Pemkab Jombang Pasrah

01 Januari 2019, 15: 10: 31 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Saluran irigasi Pariterong (Papar-Turi-Peterongan) yang belum selesai dibangun

Saluran irigasi Pariterong (Papar-Turi-Peterongan) yang belum selesai dibangun (Ainul Hafidz/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Pemkab Jombang tak bisa berbuat banyak dengan molornya proyek pembangunan saluran irigasi Pariterong (Papar-Turi-Peterongan). Pasalnya proyek ini milik Kementerian PUPR yang ditangani Ditjen SDA (Sumber Daya Air) BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Brantas.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Jombang Hari Oetomo melalui Kabid SDA Imam Bustomi menerangkan, untuk pekerjaan fisik masih berjalan. Menyusul belum kelarnya proyek itu. ’’Jadi untuk fisik memang tetap jalan, yang sekarang lahannya sudah bebas itu yang sekarang dikerjakan,’’ kata Bustomi (30/12).

Namun, pihaknya tak bisa ambil bagian terlalu jauh. Selama ini hanya dilibatkan saat pembebasan lahan. ’’Koordinasi dengan pemkab itu ketika ada pembebasan lahan, kemudian terkait Amdal (analisis mengenai dampak lingkungan, Red). Karena izinnya ke DLH (Dinas Lingkungan Hidup, Red),’’ imbuh dia.

Selebihnya ditangani satker terkait. Hingga sejauh ini sepengetahuan Bustomi dari rencana sekitar 17 kilometer hanya sebagian yang sudah digarap. Itu pun sudah sejak beberapa tahun lalu. ’’Setahu saya sekitar lima kilometeran,’’ sebut dia.

Ditambahkan,  kewenangan pemkab hanya memfasilitasi satker terkait kepada warga yang terdampak. ’’Karena kan ini anggarannya langsung dari APBN. Terkait masuk prioritas berapa kita belum tahu,’’ papar dia.

Dijelaskan, sebelumnya sudah ada pertemuan dengan BBWS Brantas terkait kelanjutan proyek pusat itu. Informasi terakhir yang dia terima, meski tahun ini sebagian titik dikerjakan, untuk tahun berikutnya pembebasan lahan belum bisa dipastikan.

’’Koordinasi dengan kabupaten memang kapan hari ada undangan ke provinsi terkait itu. Cuma informasi yang saya terima untuk 2019 nanti itu kayaknya tidak ada pembebasan lahan. Karena belum teranggarkan, sekaligus appraisal harus diperbarui,’’ pungkas Bustomi.

Sebelumnya, proyek pembangunan saluran irigasi Pariterong (Papar-Turi-Peterongan)  milik Kementerian PUPR   kembali molor. Kondisi proyek terlihat belum rampung sepenuhnya meski telah melewati batas tanggal. Sejumlah fasilitas penunjang juga nampak belum dibangun.

Seperti terlihat pada pembangunan Pariterong di Desa Pundong, Kecamatan Diwek, terlihat  belum tuntas sepenuhnya. Ratusan U Gutter (saluran cor beton) sudah terlihat terpasang memanjang di lokasi ini.

Namun, eberapa bagian masih bolong-bolong, cor beton belum dipasang. Bagian yang masih bolong ini  yang berbatasan langsung dengan akses jalan tani hingga jalan pemukiman milik warga.

Begitupun dengan proses pengurukan tanggul, hingga kemarin prosesnya terlihat juga masih belum rampung sepenuhnya. Beberapa tanah uruk  terlihat baru diletakkan, sementara beberapa truk pembawa material tanah uruk juga masih terlihat lalu lalang. (*)

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia