Kamis, 23 Jan 2020
radarjombang
icon featured
Politik & Pemerintahan

Tim Pembebasan Lahan Jembatan Ploso Jadwalkan Satu Pertemuan Lagi

30 Desember 2018, 03: 00: 59 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Pertemuan antara tim pelaksana pembebasan tanah dengan warga terdampak proyek jembatan baru Ploso di Balai Desa Rejoagung beberapa waktu lalu

Pertemuan antara tim pelaksana pembebasan tanah dengan warga terdampak proyek jembatan baru Ploso di Balai Desa Rejoagung beberapa waktu lalu (Azmy Endiyana /Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Hingga saat ini pembebasan lahan jembatan Ploso baru belum juga ada perkembangan berarti. Rencananya, akan ada satu pertemuan lagi untuk menuntaskan perihal empat warga Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso yang masih belum setuju dengan harga yang diberikan tim appraisal.

Kepala Desa Imam Supi’i mengatakan, tinggal empat warga yang masih belum mau melepas tanahnya untuk pembangunan jembatan Ploso baru. ”Sebenarnya kemarin ada lima, tapi satu warga sudah setuju. Saat ini tinggal empat saja,” ujarnya kemarin.

Diakuinya, empat warganya tersebut masih kekeh dengan pendirian dan meminta harga cukup tinggi. Untuk itu, akan dilakukan pertemuan kembali dengan tim appraisal guna menyelesaikan permasalahan tersebut. ”Yang jelas ada satu pertemuan lagi, tapi saya tidak tahu kapan,” beber Supi’i.

Sejauh ini, dirinya juga menunggu dari tim appraisal rencana pertemuan tersebut. Dia berharap pertemuan segera dilakukan agar permasalahan cepat selesai. ”Agar tidak berlarut-larut,” katanya.

Imam menambahkan, sempat ada wacana untuk dilakukan konsinyasi bagi warga yang enggan mengambil dana pembebasan lahan. Hanya saja, dirinya juga tidak ingin diselesaikan dengan cara konsinyasi. Sehingga dilakukan langkah pertemuan kembali yang terakhir. ”Ya semoga saja nanti ada hasil yang memuaskan,” bebernya.

Apabila memang dalam pertemuan terakhir itu tidak juga membuahkan hasil, maka tidak ada jalan lain, pembebasan lahan nanti dilakukan dengan cara konsinyasi. ”Kalau memang tidak membuahkan hasil, pastinya diselesaikan dengan cara konsinyasi,” pungkas Imam. (*)

(jo/yan/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia