Minggu, 15 Dec 2019
radarjombang
icon featured
Politik & Pemerintahan

Sisa Empat Hari, Serapan Anggaran Pemkab Jombang Belum Capai 90 Persen

28 Desember 2018, 18: 39: 51 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Serapan anggaran (ilustrasi)

Serapan anggaran (ilustrasi) (Google Image)

Share this      

JOMBANG – Hingga empat hari jelang tutup buku APBD 2018, serapan anggaran Pemkab Jombang tahun 2018 belum juga genap 80 persen. Bahkan meski menyebut bakal terus bertambah nantinya,  pesimistis serapan bisa mencapai 90 persen tahun ini.

Seperti dikatakan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jombang Eka Suprasetya kepada Jawa Pos Radar Jombang (27/12). Dari pantauan terakhir yang dilakukannya, ia menyebut serapan anggaran masih berkutat di kisaran 77 persen. ’’Pastinya sekitar 77,7 persen, kemarin (Rabu, Red) malam saya lihat itu,” terangnya.

Kondisi ini tentu terbilang cukup lambat. Pasalnya pantauan terakhir di awal Desember lalu, serapan APBD masih berkutat di angka 68,9 persen atau hanya naik 8,8 persen. Kendati demikian, Eka menyebut perkembangan masih akan terus berlanjut.

Terlebih lantaran evaluasi belum bisa dilakukannya lantaran proses tutup buku baru akan dilakukan tepat di malam pergantian tahun nanti. ’’Ini belum, dan masih terus bergulir memang. Kita nggak bisa mengevaluasi berapa persen sampai hari ini,  kan terakhir nanti 31 Desember itu tutup buku,” lanjutnya.

Meski mengaku masih cukup optimistis nilai serapan bakal terus naik, Eka mengaku tetap harus realistis. Dirinya tetap memprediksi jika akan sangat berat hingga serapan bisa mencapai angka 90 persen.

’’Kalau optimistis ya mudah-mudahan saja, cuma kalau 90 mungkin memang berat ya. Kita kan tergantung teman-teman di OPD lain sebenarnya. Di tempat saya kalau memang lengkap dokumen langsung bayar langsung kok,” imbuhnya.

Dirinya menyebut, sampai saat ini serapan yang terhitung masih relatif rendah ini dikarenakan banyaknya proyek fisik yang belum tuntas hingga membuat penyaluran anggaran belum rampung. ’’Yang banyak kendala memang di infrastruktur memang, itu saja,” pungkasnya. (*)

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia