Minggu, 15 Dec 2019
radarjombang
icon featured
Politik & Pemerintahan

Perusakan Alat Peraga Kampanye Marak, Bawaslu Belum Terima Aduan

25 Desember 2018, 10: 30: 59 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Sejumlah APK milik peserta pemilu ini diduga sengaja dirusak oleh oknum tak bertanggungjawab.

Sejumlah APK milik peserta pemilu ini diduga sengaja dirusak oleh oknum tak bertanggungjawab. (Anggi Fridianto/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Dinamika persaingan caleg di tingkat bawah mulai memanas. Ini setelah banyak alat peraga kampanye (APK) yang sengaja dirusak oleh oknum tak bertanggungjawab. Seperti APK milik cale-caleg PKB yang ditemukan sobek di beberapa wilayah.

Pantauan Jawa Pos Radar Jombang kemarin, kondisi APK sobek milik PKB ditemukan di desa Menturo, Kecamatan Sumobito. Tampak APK besar bergambar caleg PKB ini disobek pada bagian tengah. Kondisi serupa juga terpantau di titik lain.

Ketua DPC PKB Mas’ud Zuremi membenarkan jika akhir-akhir ini banyak APK milik PKB disobek. ”Benar, kami sudah menerima aduan dari relawan kami, banyak APK kami yang disobek,’’ ujar dia kemarin (24/12).

Dari aduan itu, kemudian dia menelusuri kaitannya APK yang dirusak. Dirinya pun kaget, ternyata pengrusakan APK tidak hanya ditemukan di wilayah Sumobito, namun di beberapa kecamatan lain seperti Bandarkedungmulyo, Kesamben dan Tembelang.

”Dari hsil rekapitulasi kami,  banyak APK yang rusak. Namun yang menjadi pertanyaan kenapa yang disobek hanya milik   caleg PKB,’’ beber dia.

Politisi yang juga Wakil Ketua DPRD Jombang ini pun  sudah membentuk tim untuk menelusuri pengrusakan APK tersebut. Hasilnya, dia menduga ada pihak yang sengaja melakukan penyobekan terhadap APK-APK PKB.

”APK milik teman-teman PKB, termasuk ketua umum kami juga disobek, misalnya di Desa Budugsidorejo, Sumobito, Kesamben, Tembelang,’’ tegasnya.

Dia meminta Bawaslu, KPU dan kepolisian segera menelusuri keluhan ini. Sebab, dia tidak ingin kondusifitas Pemilu di Jombang terganggu dengan adanya pengrusakan APK.

”Ini saya harapkan, Bawaslu, KPU dan kepolisian melakukan tugasnya untuk mengawasi dan mencari tahu siapa yang melakukan ini, agar kondusiftitas pileg tetap terjaga utamanya di Jombang,’’ tandasnya.

Dihubungi terpisah, David Budianto anggota Bawaslu Jombang mengaku belum menerima aduan mengenai pengrusakan APK. ”Sejauh ini kami belum menerima aduan secara resmi dari peserta pemilu. bahkan pengawasan yang dilakukan jajaran panwascam juga belum ada kaitannya dengan pengrusakan APK,’’ ujar dia.

Meski begitu, David tak menampik jika dari pengawasan Bawaslu di lapangan, ada sejumlah APK yang ditemukan dalam kondisi rusak. ”Ya rusak wajar, misalnya roboh kena angin itu saja. Kalau pengrusakan belum ada,’’ pungkasnya. (*)

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia