Minggu, 15 Dec 2019
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Kotoran Dibuang ke Jalan, Warga Jatirowo Protes Pengerukan Saluran Air

24 Desember 2018, 15: 12: 38 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Kondisi jalan lingkungan di Dusun Jatirowo, Kecamatan Ploso, becek dan kumuh akibat kotoran dari saluran air

Kondisi jalan lingkungan di Dusun Jatirowo, Kecamatan Ploso, becek dan kumuh akibat kotoran dari saluran air (Mardiansyah Triraharjo/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

PLOSO – Sebuah kegiatan normalisasi saluran air mendapat protes dari warga Dusun Jatirowo, Desa Jatigedong, Kecamatan Ploso. Pasalnya kotoran hasil pengerukan, oleh pekerja kegiatan dibuang ke jalan lingkungan. Lingkungan warga pun jadi kumuh, sebab kotoran yang dikeruk adalah lumpur yang mengendap dan juga sampah.

Jumari, salah satu warga mengatakan, kegiatan normalisasi saluran air itu berlangsung satu minggu lalu. ’’Lokasinya di ruas jalan penghubung Dusun Jatirowo dengan Desa Ploso, tapi saluran air yang dikeruk hanya berada di dusun kami saja,” katanya. Warga sebenarnya tak menolak adanya kegiatan normalisasi itu.

Asal kotoran dari pengerukan saluran air dibuang ke lokasi lain. ’’Tapi yang terjadi, kotoran dari saluran seperti lumpur dan sampah dibuang ke jalan. Warga protes karena selain bikin kumuh, jalan jadi sulit dilewati ketika hujan,” lanjutnya. 

Padahal, jalan tersebut sebelumnya sudah diuruk warga menggunakan material hasil urunan. Pengurukan jalan dilakukan warga agar jalan lebih layak dilewati. ’’Jalan itu kalau hujan licin dan becek, warga kemudian urunan beli tanah uruk. Jalan sudah padat kok ditutup kotoran saluran air, jadinya becek lagi,” imbuhnya. 

Warga sendiri tak mengetahui siapa pihak yang melakukan kegiatan normalisasi saluran air tersebut. “Tidak ada pemberitahuan sebelumnya, tiba-tiba saluran depan rumah kami dikeruk. Yang mengeruk juga bukan warga desa sini,” tambahnya.

Hanya saja di dekat saluran air yang dikeruk terdapat proyek jalan dan tembok penahan tanah milik Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Jombang. “Sebelah utara jalan, ada tembok penahan jalan yang dulu dibangun dinas perkim. Kalau saluran airnya ada di sebelah selatan jalan,” pungkas Jumari. 

Dikonfirmasi mengenai hal ini, Kabid Pengembangan Kawasan Permukiman Ahmad Rofiq Ashari membenarkan jalan rigid beton dan TPT yang dibangun di Dusun Jatirowo adalah milik pihaknya.

Sedangkan untuk kegiatan normalisasi saluran air, Rofiq mengaku bukan dilakukan pihaknya. ’’Kegiatan kami di Jatirowo hanya perbaikan jalan dan pembangunan tembok penahan. Kalau pengerukan saluran air, itu bukan kegiatan kami,” katanya. Bahkan jalan yang dicor pun, kata Rofiq juga belum mencapai titik saluran air yang dikeruk.

’’Perbaikan jalan yang kami lakukan dimulai dari Ploso sampai ke Jatirowo, tapi tidak sampai di saluran air yang dikeruk. Tembok penahan juga berada di sisi utara, sementara saluran air di sisi selatan. Itu bukan kegiatan kami, mungkin pemerintah desa,” pungkas Rofiq. (*)

(jo/mar/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia