Minggu, 15 Dec 2019
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Tiga KK Diberangkatkan Disnakertrans Jombang Transmigrasi ke Kalbar

24 Desember 2018, 15: 06: 56 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Tiga kepala keluarga saat di kantor Disnakertrans Jombang sebelum berangkat transmigrasi ke Kalbar

Tiga kepala keluarga saat di kantor Disnakertrans Jombang sebelum berangkat transmigrasi ke Kalbar (Istimewa)

Share this      

JOMBANG – Tahun ini Disnaker Jombang memberangkatkan 3 KK (kepala keluarga) terdiri dari 12 jiwa, untuk transmigrasi ke Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat. Pemberangkatan sudah dilakukan pada 22 November lalu.

Kepala Disnaker Jombang Heru Widjajanto melalui Kabid Penempatan Perluasan Kerja dan Transmigrasi Kunaji, mengungkapkan pemberangkatan transmigran itu sesuai dengan kuota pemerintah pusat. Tahun ini Jawa Timur ada dua kabupaten, masing-masing Jombang mendapat jatah 3 KK dan Malang 2 KK. 

’’Jadi kebetulan tahun ini memberangkatkan 3 KK ke Kabupaten Kayong Utara Kalimantan Barat. Jadi itu kuota dari pusat, jatahnya Jombang ada tiga KK,’’ kata Kunaji. Tiga KK yang sudah alih tempat itu sebelumnya merupakan warga Kecamatan Gudo. 

Dikatakan, sebelum keberangkatan dilakukan, pihaknya sudah melakukan survei ke lokasi. Tujuannya menentukan layak dan tidaknya tempat yang akan dihuni. ’’Jadi sudah ada KSAD (Kerja Sama Antar Daerah) ditandatangani bupati asal dan bupati tujuan, dimana dalam kerja sama itu ada klausul bahwa transmigran di daerah tujuan akan menerima dua hektare lahan,’’ urai dia. 

Dua hektare lahan usaha (LU) itu masing-masing terbagi tiga macam. ’’Untuk LU pertama itu luasnya 0,25 hekatre untuk rumah dan pekarangan, sedangkan LU kedua itu 0,75 hektare sudah dibuka pemerintah, sementara LU ketiga itu satu hektare,’’ rinci Kunaji. 

Selain menerima lahan usaha, jaminan hidup transmigran selama dua tahun juga ditanggung pemerintah. ’’Jadi selama dua tahun dapat jatah hidup, ditanggung pemerintah. Harapannya minimal lahan usaha buat pekarangan bisa dimanfaatkan. Kalau niat merubah nasib Insyaallah berhasil,’’papar dia.

Selain itu, Disnaker Jombang juga memberikan bantuan keuangan Rp 5 juta per-KK. ’’Dan bantuan lainnya seperti sprayer, gergaji mesin dan pembangkit tenaga surya,’’ sambung Kunaji. 

Untuk sekarang ini kata dia, tiga KK yang sebelumnya warga Jombang itu sudah bertempat tinggal bersama dengan transmigran dari daerah lain. Mulai dari Jateng hingga Jabar. ’’Sekarang mereka tinggal di satuan pemukiman transmigrasi, di Desa/Kecamatan Tanjung Satai Kabupaten Kayong Utara Kalimantan Barat,’’ pungkas Kunaji. JOMBANG – Tahun ini Disnaker Jombang memberangkatkan 3 KK (kepala keluarga) terdiri dari 12 jiwa, untuk transmigrasi ke Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat. Pemberangkatan sudah dilakukan pada 22 November lalu.

Kepala Disnaker Jombang Heru Widjajanto melalui Kabid Penempatan Perluasan Kerja dan Transmigrasi Kunaji, mengungkapkan pemberangkatan transmigran itu sesuai dengan kuota pemerintah pusat. Tahun ini Jawa Timur ada dua kabupaten, masing-masing Jombang mendapat jatah 3 KK dan Malang 2 KK. 

’’Jadi kebetulan tahun ini memberangkatkan 3 KK ke Kabupaten Kayong Utara Kalimantan Barat. Jadi itu kuota dari pusat, jatahnya Jombang ada tiga KK,’’ kata Kunaji. Tiga KK yang sudah alih tempat itu sebelumnya merupakan warga Kecamatan Gudo. 

Dikatakan, sebelum keberangkatan dilakukan, pihaknya sudah melakukan survei ke lokasi. Tujuannya menentukan layak dan tidaknya tempat yang akan dihuni. ’’Jadi sudah ada KSAD (Kerja Sama Antar Daerah) ditandatangani bupati asal dan bupati tujuan, dimana dalam kerja sama itu ada klausul bahwa transmigran di daerah tujuan akan menerima dua hektare lahan,’’ urai dia. 

Dua hektare lahan usaha (LU) itu masing-masing terbagi tiga macam. ’’Untuk LU pertama itu luasnya 0,25 hekatre untuk rumah dan pekarangan, sedangkan LU kedua itu 0,75 hektare sudah dibuka pemerintah, sementara LU ketiga itu satu hektare,’’ rinci Kunaji. 

Selain menerima lahan usaha, jaminan hidup transmigran selama dua tahun juga ditanggung pemerintah. ’’Jadi selama dua tahun dapat jatah hidup, ditanggung pemerintah. Harapannya minimal lahan usaha buat pekarangan bisa dimanfaatkan. Kalau niat merubah nasib Insyaallah berhasil,’’papar dia.

Selain itu, Disnaker Jombang juga memberikan bantuan keuangan Rp 5 juta per-KK. ’’Dan bantuan lainnya seperti sprayer, gergaji mesin dan pembangkit tenaga surya,’’ sambung Kunaji. 

Untuk sekarang ini kata dia, tiga KK yang sebelumnya warga Jombang itu sudah bertempat tinggal bersama dengan transmigran dari daerah lain. Mulai dari Jateng hingga Jabar. ’’Sekarang mereka tinggal di satuan pemukiman transmigrasi, di Desa/Kecamatan Tanjung Satai Kabupaten Kayong Utara Kalimantan Barat,’’ pungkas Kunaji. (*)

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia