Rabu, 13 Nov 2019
radarjombang
icon featured
Berita Daerah

Malam Tahun Baru Sudah Dekat, Penjualan Terompet Masih Lesu

24 Desember 2018, 14: 52: 42 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Salah satu lapak terompet tahun baru di Jalan Ahmad Yani

Salah satu lapak terompet tahun baru di Jalan Ahmad Yani (Ricky Van Zuma/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Jelang Tahun Baru 2019, penjual terompet musiman mulai menjamur di Jombang. Seperti yang terlihat di Jalan Ahmad Yani, kemarin (23/12), tampak beberapa penjual menjajakan terompet dan kembang api. Namun berbeda dengan tahun  sebelumnya, penjualan terompet kali ini ini sangat lesu. 

”Biasanya tanggal 20 itu sudah ramai yang jual, ini sudah mau natal tapi masih sepi. Sangat jauh sekali dari sebelumnya,” ujar Wahyu, salah satu pedagang terompet musiman kepada Jawa Pos Radar Jombang. 

Menurutnya jika penjual sedikit, maka pembeli juga tidak akan banyak. Terompet-terompet ini biasanya didatangkan dari Wonogiri, Jawa Tengah. Termasuk terompet yang dijualnya ini juga dipesannya dari Wonogiri. 

”Saat ini saya cuma pesan sedikit, sebab yang bikin juga sedikit tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Mudah-mudahan saja nanti jelang malam tahun baru pembeli ramai, puncaknya kan malam tahun baru,” lanjutnya.

Sedangkan harga jual terompet pun masih tetap sama seperti tahun lalu. Satu buah terompet dijual mulai Rp 5 ribu hingga Rp 20 ribu tergantung jenis dan bahan terompet. 

Namun kini, terompet yang lebih diminati terompet dari plastik buatan pabrik. Terompet manual pembelinya terus menurun, padahal bentuknya lebih menarik dan variatif.

”Ini efek dari tahun lalu, kan ada terompet yang memakai kertas yang tertulis ayat-ayat Alquran. Juga ada isu penyebaran virus difteri lewat terompet juga,” lontarnya. (*)

(jo/ric/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia