Minggu, 15 Dec 2019
radarjombang
icon featured
Politik & Pemerintahan

Kalangan LSM Minta Pemkab Jombang Tak Bangga dengan Penghargaan

21 Desember 2018, 20: 21: 54 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Yusron Aminulloh, penggagas Forum Masyarakat Jombang Berdaya

Yusron Aminulloh, penggagas Forum Masyarakat Jombang Berdaya (Istimewa)

Share this      

JOMBANG – Penghargaan yang diterima Pemkab Jombang selama  ini menuai respons dari kalangan LSM di Kabupaten Jombang. Pemkab Jombang dinilai sudah saatnya meninggalkan kebanggaan menerima penghargaan.

Alasannya, penghargaan berupa tropi, piala, sertifikat, dan lainnya, tidak bisa menjadi acuan kepuasan masyarakat terhadap jalannya pemerintahan. ’’Mayarakat tidak bangga dengan penghargaan, tapi lebih bangga dengan pelayanan maksimal aparat pada rakyatnya dan inovasi pemimpinnya,” ujar Yusron Aminulloh, penggagas Forum Masyarakat Jombang Berdaya kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin.

Yusron yang adik kandung Cak Nun ini menggambarkan, penghargaan baik di tingkat provinsi, nasional, bahkan penghargaan dunia pun, hanya akan menjadi seremoni yang waktunya terbatas. Bisa satu bulan, dua bulan, atau justru satu minggu, dua minggu atau dua jam saja.

’’Tapi pelayanan prima, kreativitas dan inovasi pemimpin, keberpihakan pemimpin, daya juang pemimpin mensejahterakan masyarakat, waktu menikmatinya tidak cukup satu dua hari atau satu dua bulan. Namun bisa setahun dua tahun bahkan mampu bertahan puluhan tahun,” tegasnya Yusron yang juga Direktur Pendidikan SMK Global Jombang ini.

Karena itu dirinya menyebut, sudah saatnya duet Mundjidah-Sumrambah meninggalkan pola lama tersebut. Yusron menyebut pemimpin baru di Kabupaten Jombang harus menjadi motivator bagi rakyatnya, menjadi inspirator generasi milinial, sehingga mereka merasa terlibat dalam pembangunan.

“Apabila pemimpin itu punya medsos, sebagiknya digunakan untuk menjaring aspirasi masyarakat. Tukar gagasan antar anak-anak muda. Masa depan Jombang ada di tangan mereka,” tambahnya.

Yusron mengimbau Pemkab Jombang tidak malu belajar kepada Pemkab Banyuwangi. Daerah tersebut memiliki puluhan event nasional dan internasional setiap tahunnya, yang berdampak luas pada peningkatan ekonomi masyarakat secara langsung.

’’Jombang juga harus belajar ke Gunung Kidul juga, yang dulu dikenal kabupaten miskin. Tapi kini jadi mercusuar wisata nasional. Pemkab membuka diri atas gagasan rakyat, memberi kemudahan investor mengembangkan wisata. APBD Gunung Kidul digelontorkan ke infrastrukur sehingga jalan menuju area wisata mulus dan lebar,” tegas Yusron.

Produk Jombang menurutnya juga sudah melimpah, namun promo yang dilakukan masih belum maksimal. “Saatnya anak-anak muda diberi wadah membuat produk Jombang. Jadikan mereka bangga dengan produk dan karya mereka sendiri,” pungkasnya. (*)

(jo/mar/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia