Senin, 18 Nov 2019
radarjombang
icon featured
Events

Pendopo Kabupaten; Gamelan Sejak Zaman Bupati Soedirman

17 Desember 2018, 15: 24: 42 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Beberapa gamelan yang ada di pendopo Jombang sudah ada sejak zaman Bupati ke-10 R. Soedirman.

Beberapa gamelan yang ada di pendopo Jombang sudah ada sejak zaman Bupati ke-10 R. Soedirman. (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG - Gamelan di Pendopo Kabupaten diperkirakan sudah ada pada era Bupati R. Soedirman. Bupati ke-10 ini memimpin Jombang 1973-1979. Hingga kini, gamelan gamelan tersebut masih utuh dan terawat. 

”Jadi kalau gamelan itu sudah ada sejak saya pertama kali masuk tahun 1976, zamannya Pak Bupati Soedirman,’’ ujar Mastur Baidlowi Saleh, mantan Kepala Bappeda Jombang. 

Beberapa bangunan lama selain gamelan yang dia tahu adalah sumur tua. Sumur tersebut, terletak di belakang Masjid Al-Kautsar di komplek pendopo. Sumur itu memiliki cungkup alias atap yang lumayan tua. Ada empat lampu di setiap sisi cungkupnya. ”Itu sudah ada sejak saya belum masuk pemda,’’ sambungnya.  

Sementara, di belakang rumah dinas bupati, masih ada beberapa dokar yang dipajang dekat kolam ikan. Dokar itu, kata Mastur, diletakkan pada zaman Bupati Achmad Hudan Dardiri (1979 - 1983). ”Kalau dokar dan beberapa ornamen lainnya di rumah dinas bupati itu pada zamannya pak Hudan,’’ jelas dia. 

Rumah dinas bupati awalnya terletak di depan, kini dipakai gedung Swagata. Alasan Bupati Hudan membangun rumdin di belakang karena menurut Bupati Hudan seorang pemimpin cocoknya memiliki rumah di belakang pendapa. ”Ya, alasannya bupati Hudan dulu kan,  ndoro kanjeng harus mangku pendapa tidak miringi pendapa, sehingga dia membangun rumdin di belakang. Termasuk beberapa ornamennya,’’ jelas dia. 

Lelaki yang juga ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Jombang ini menambahkan, seperti pos satpam dan ruang sekpri memang usiannya lebih tua daripada Masjid al-Kautsar yang baru didirikan 1997 oleh bupati Soewoto Adiwibowo. ”Kalau masjidnya kan baru, dibangun sekitar 97-an pas zamannya pak Soewoto,’’ tandasnya. 

Dibandingkan dahulu, wajah pendapa sekarang sudah jauh berbeda. Mastur mengatakan, seiring dilakukan renovasi di sejumlah gedung, wajah pendopo makin cantik. Sebut saja, Swagata yang diresmikan era Bupati Nyono Suharli-Mundjidah Wahab. ”Kalau dibandingkan dahulu ya otomatis lebih bagus sekarang,’’ pungkasnya. (Pewarta: ANGGI FRIDIANTO)

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia