Senin, 26 Aug 2019
radarjombang
icon featured
Jombang Banget

Pendopo Kabupaten; Simbol Rumah Masyarakat Jombang

17 Desember 2018, 14: 41: 27 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Pendapa Kabupaten Jombang yang terletak di Jl Alun Alun Jombang nomor 1 ini merupakan tonggak sejarah Jombang.

Pendapa Kabupaten Jombang yang terletak di Jl Alun Alun Jombang nomor 1 ini merupakan tonggak sejarah Jombang. (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Pendopo Kabupaten  yang terletak di Jl Alun Alun Jombang nomor 1 Kaliwungu, Kecamatan/Kabupaten Jombang menyimpan sejarah sejak awal pemerintahan di Kabupaten  Jombang.

Di pendopo telah terukir sejarah tentang awal mula masa pemerintahan di Jombang sejak dipimpin R.A.A. Soeroadiningrat V (Kanjeng Sepuh) masa jabatan 1910-1930 hingga Bupati Jombang Mundjidah Wahab (2018-2023).

Di dalam Pendopo Kabupaten, hingga kini masih tersimpan beberapa peninggalan lama yang masih dijaga dan tetap terawat. Ciri khas pendapa Jombang adalah pohon beringin kunting yang berusia ratusan tahun. Pohon itu, sudah beberapa kali dipangkas namun hingga sekarang masih tumbuh. 

Disebut kunting, karena pohon tersebut tidak bisa tumbuh maksimal. Tidak memiliki akar gantung laiknya pohon beringin pada umumnya. 

Salah satu budayawan Jombang, Dian Sukarno mengatakan, Pendopo Kabupaten  pertama kali dibangun pada era R.A.A. Soeroadiningrat V. ”Jadi pertama dibangun pada era  Kanjeng Sepuh R.A.A. Soeroadiningrat V, setelah mendapatkan beselit alias surat pengangkatan dari batavia yang dibawa oleh penghulu Sumobito bernama Imam Zaid,’’ ujar dia kemarin (16/12).

Pembangunan Pendopo Kabupaten bersamaan dengan dibangunnya Ringin Tjontong, sekitar Februari 1910, dengan penanaman empat pohon ringin kunting di pendopo dan pembangunan Masjid Jamik Baitul Mukminin.

Lalu, pada era bupati ke-13 Tarmin Hariadi (1988-1993) Pendopo Kabupaten mengalami perombakan setelah adanya pemisahan Kecamatan Bandarkedungmulyo dengan Perak. Beberapa ornamen dan perabotan asli pendopo di bawa ke Balai Kecamatan Bandarkedungmulyo.

”Pada saat itu joglo dan lain-lain Kanjeng Sepuh dipindahkan ke Bandakedungmulyo,’’ jelas dia. Ciri khas lain dari pendopo, adalah dua bangunan yang berusia sangat lama.

Yakni rumah dinas bupati (bagian belakang) dan pendopo utama yakni bangunan tanpa dinding. Baik rumah dinas bupati dan pendapa memiliki bentuk atap yang hampir mirip. Bentuknya lancip seperti rumah tradisional zaman dahulu. 

Pendopo utama memiliki delapan tiang penyangga. Namun di bagian tengah ada empat tiang berukuran besar. Di atasnya ada sebuah lampu gantung tua yang memiliki bentuk cukup unik. Di bagian kanan pendapa sendiri, masih ada satu set alat gamelan.

Mulai dari kendang, bonang, saron, hingga gong masih tertata rapi. Gamelan itu, ditempatkan di pojok selatan dengan ukiran kayu berwarna emas. 

Sedangkan di sisi utara, ada sebuah kentongan yang cukup unik. Kentongan berkepala naga dengan mulut memanjang dengan lubang kentongan. Tingginya sekitar dua meter. (Pewarta: ANGGI FRIDIANTO)

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia