Rabu, 20 Nov 2019
radarjombang
icon featured
Berita Daerah

Tak Dipakai, Mesin Tanam Padi Hasil Hibah di Jatigedong Mubazir

17 Desember 2018, 14: 15: 40 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Tanam padi menggunakan mesin di Desa Jatigedong, Kecamatan Ploso

Tanam padi menggunakan mesin di Desa Jatigedong, Kecamatan Ploso (RICKY VAN ZUMA/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

PLOSO – Bantuan mesin tanam padi di sejumlah desa banyak yang mubazir. Sebab sebagian besar petani lebih menyukai tanam padi secara manual. Hanya ada beberapa petani yang konsisten menggunakan mesin untuk tanam padi.

Seperti yang terlihat di Desa Jatigedong, Kecamatan Ploso kemarin, hanya dua buah mesin yang dioperasikan untuk tanam padi. "Dulu tandur tanam mundur, sekarang sudah tidak lagi. Tanamnya maju ke depan pakai mesin," ujar Hudi, salah satu petani. Ia menuturkan memang penggunaan mesin tanam padi ini harus tepat agar hasilnya maksimal.

"Lahannya harus matang, airnya harus merata supaya lancar dan lurus," lanjutnya. Penyebab sedikitnya jumlah mesin yang beroperasi, disebabkan petani masih kesulitan mengoperasikan. "Belum lagi kalau ada rusaknya kan mahal untuk perbaikannya," celetuknya. Ia menambahkan jika tergantung jenis mesin tanam padi juga, sebab ada mesin yang memang boros bahan bakar.

Namun ia sendiri sudah lima tahun pakai mesin untuk tanam padi, sebab penggunaan mesin meringankan pekerjaannya dan biaya tanam lebih rendah. ”Perbedaannya sekitar Rp 100 ribu per 100 bata. Tidak usah daud, tidak usah nampek,” lanjutnya. Namun ia masih perlu menyulami tanam padi menggunakan mesin ini sebab kadang tidak merata. 

Menurutnya kuncinya pada proses pembibitan, jika bagus maka hasilnya juga bagus. Sebab pembibitan untuk mesin tanam padi ini berbeda. Selain itu, perawatan harus ekstra sebab rumputnya yang tumbuh lebih banyak. "Tapi kalau padinya tumbuh sangat subur, jika tepat hasilnya memang lebih banyak," tandasnya. (*)

(jo/ric/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia