Senin, 23 Sep 2019
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Museum Islam Indonesia di Tebuireng Diresmikan Presiden Jokowi Besok

17 Desember 2018, 11: 35: 35 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari di kompleks Ponpes Tebuireng rencananya besok diresmikan.

Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari di kompleks Ponpes Tebuireng rencananya besok diresmikan. (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari yang terletak di kompleks Ponpes Tebuireng rencananya akan diresmikan  Presiden Joko Widodo Selasa (18/12).

Meski belum seratus persen rampung, namun pembangunan interior bakal diteruskan usai peresmian dan ditargetkan rampung dalam waktu dua bulan. 

Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Salahudin Wahid (Gus Sholah) menyampaikan, pada rangkaian kunjungan Presiden Jokowi ke Jombang besok, salah satunya akan meresmikan Museum Islam Indonesia.

"Insya Allah Selasa 18 Desember Presiden Jokowi akan berkunjung ke Jombang dalam beberapa kegiatan termasuk di dalamnya meresmikan Museum Islam Indonesia," ujar dia kemarin.

Gus Sholah menambahkan, progres pengerjaan interior di dalam museum sudah 60 persen. Memang masih perlu waktu untuk merampungkan pengerjaan tersebut. "Jadi setelah nanti diresmikan kemudian kita lanjutkan lagi pengerjaannya, mudah-mudahan dua bulan selesai," sambungnya.

Dalam pengelolaan Museum Islam Indonesia ke depan, akan dibentuk tim pengelola yang di dalamnya terdiri beberapa unsur. Mulai dari Kemendikbud RI, Ponpes Tebuireng, Pemprov Jatim dan Pemkab Jombang.

"Jadi untuk pembangunan fisiknya sendiri memang ditangani Kemendikbud ditjen kebudayaan sejak 2011 lalu. memang saat itu sempat terhenti karena ada beberapa kendala," jelas dia.

Adik kandung Gus Dur ini menguraikan, museum ini diharapkan menjadi salah satu ikon wisata religi di Indonesia, khususnya Jombang. sehingga menjadi jujugan wisatawan dari dalam maupun luar negeri. "Dan memang sudah sepantasnya yang meresmikan adalah Presiden Jokowi," tuturnya.

Museum yang memiliki bentuk mirip limas segitiga ini, bakal menjadi satu-satunya museum yang menyajikan informasi lengkap bagaimana proses masuknya Islam ke Indonesia. Gus Sholah menyampaikan, Islam sebagaimana masuk ke Indonesia tanpa kekuatan militer, politik maupun uang.

Islam masuk ke Indonesia dibawa oleh tokoh penyebar Islam dengan cara berdialog memadukan kearifan lokal masyarakat sekitar. "Termasuk menggunakan medium medium budaya setempat," tambahnya.

Dalam museum tersebut, juga bakal ditampilkan bagaimana peran pesantren menjadi lembaga pendidikan tua yang hampir seribu tahun mencerdaskan Bangsa Indonesia. "Nanti cerita tersebut akan ditampilkan dalam bentuk panel-panel gambar yang terpasang di dalam museum dan juga beberapa tulisan," pungkasnya. (*)

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia