Senin, 25 Mar 2019
radarjombang
icon featured
Berita Daerah

Musim Hujan, Omzet Jasa Penyeberangan di Sungai Brantas Turun

16 Desember 2018, 20: 23: 38 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Salah satu perahu tambang yang beroperasi di Sungai Brantas

Salah satu perahu tambang yang beroperasi di Sungai Brantas (AINUL HAFIDZ/JAWA POS RADAR JOMBANG)

JOMBANG - Jasa penyeberangan perahu tambang di Sungai Brantas Jombang jumlahnya cukup banyak. Tersebar mulai di Kecamatan Kudu hingga Kecamatan Megaluh. Namun, tak selamanya beroperasi karena cuaca yang tidak mendukung.

Seperti yang terpantau kemarin (15/12), mendung tampak menggelayut manja di wilayah Ploso dan sekitarnya. Tapi udara panas masih cukup terasa. Setidaknya semilir angin yang berhembus di Sungai Brantas di Desa Kepuhdoko, Kecamatan Tembelang bisa sedikit mengurangi udara yang panas dan bikin gerah di pinggiran sungai.

Ini yang dirasakan warga sekitar, terutama yang menggeluti usaha jasa penyeberangan perahu tambang. Hampir setiap hari mereka berpanas-panasan hingga kehujanan. Muslikhan misalnya, mengaku beberapa hari terakhir hasil jasa tambangnya turun drastis. Alasannya, cukup banyak jasa penyebaran di sepanjang sungai Brantas.

"Kalau di Kepuhdoko ini ada tiga, sementara di Kudu ada dua sampai tiga perahu," sebut dia. Terlebih ketika debit air sungai mulai naik, menurut kakek berusia 54 tahun ini, biasanya ia terkadang memarkir perahunya. Sebab, landasan atau geladak perahu terendam air. "Libur sampai airnya turun," sambungnya.

Beruntung, beberapa minggu terakhr landasan perahu miliknya masih bisa dipergunakan alias tak terendam air sungai. "Alhamdulillah sampai sekarang belum banjir, biasanya kalau hujan rutin turun, airnya naik," papar Muslikhan lagi.

Menurunnya, hal ini berdampak pada penghasilan yang dia dapatkan. Dalam sehari, biasanya rata-rata ia mendapat penghasilan Rp 20 ribu. "Paling banyak 50 ribu, itu pun harus dibagi sama teman dan beli solar," pungkasnya. (*)

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia