Sabtu, 07 Dec 2019
radarjombang
icon featured
Hukum

Polres Jombang Bongkar Jaringan Kurir Sabu Antar Kecamatan

15 Desember 2018, 11: 21: 11 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Kasat Resnarkoba Polres Jombang AKP Mukid

Kasat Resnarkoba Polres Jombang AKP Mukid (NASIKHUDDIN/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG - Lima kawanan sindikat peredaran sabu-sabu berhasil diringkus jajaran Satresnarkoba Polres Jombang. Dari penangkapan jaringan ini, polisi berhasil menyita sekitar tiga ons sabu berikut ribuan butir pil koplo.

Lima pelaku diantaranya Andis Eko Cahyono, 32, warga Desa Keras, Kecamatan Diwek; Tri Abi Pamungkas, 25, warga Desa/Kecamatan Diwek; Haris Taufiq, 29, Moh Sahroni 36, warga Dusun Kedungboto, Desa/Kecamatan Jogoroto, dan Sunarto, 28, warga Desa Menganto, Kecamatan Mojowarno.

"Terhadap lima pelaku sudah kita amankan, masih kita dalami pemeriksaan untuk mengungkap jaringan di atasnya," beber Kasatresnarkoba AKP Mukid (14/12) saat memberikan keterangan pers di Mapolres Jombang.

Terbongkarnya jaringan ini bermula informasi jaringan peredaran sabu-sabu di Jombang. Polisi bergerak melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap Sunarto alias Tomblok. "Kita sergap pagi dini hari, sekitar pukul 03.00 di rumahnya di wilayah Menganto," imbuhnya.

Dari hasil penggeledahan, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti diantaranya, 1 bungkus bekas rokok LA berisi 2 plastik klip berisi sabu dgn berat kotor 0,25 gram dan 0,19 gram, 1 plastik klip kosong, 1 pipet kaca, 3 sedotam plastik, 1 plastik warna hitam berisi belasan paket pil koplo dengan mencapai 560 butir, 1 plastik warna putih berisi belasan paket pil koplo total mencapai 1300 butir, 1 plastik warna putih berisi belasan paket pil koplo berisi 1.250 butir pil, uang tunai Rp 850 ribu, 1 unit HP merk himax.

Dari pengembangan Sunarto, sekitar pukul 04.00 polisi bergerak melakukan penangkapan Moh Sahroni alias Sotrak, 36, dan Haris Taufiq di rumahnya di wilayah Dusun Kedungboto, Desa Jogoroto. dari penangakapan dua kawanan in, polisi menyita belasan paket sabu dengan total mencapai 3,68 gram, 1 pak plastik klip kosong, 2 pipet kaca, 1 potongan sedotan plastik sebagai skrop, 2 plastik berisi 2 ribu butir pil koplo, uang tunai Rp 200 ribu, 1 unit HP.

"Keduanya ini kerjasama," bebernya. Selang satu jam kemudian, polisi bergerak menuju rumah Tri Arbi Pamungkas masih di wilayah Desa Jogoroto. Dari penangkapan ini, petugas mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya, 1 bungkus rokok berisi enam plastik klip berisi sabu-sabu. Totalnya mencapai 1,98 gram, 1  plastik klip berisi 24 butir pil koplo jenis dobel L, uang tunai Rp 500 ribu, 1 unit HP merk Vivo warna hitam. 

Belum berhenti, polisi terus melakukan pengembangan. dari hasil pemeriksaan keempatnya, polisi akhirnya berhasil mengendus identitas Andis Eko Cahyono, 32, warga Dusun/Desa keras, Kecamatan Diwek. Pria yang dikenal menjadi pengepul barang rosokan ini disebut-sebut sebagai pengendali jaringan ini.

Petugas pun segera melacak keberadaan tempat tinggal pelaku di  Desa Keras, Kecamatan Diwek. Sekitar pukul 07.30 polisi berhasil melakukan penyergapan. Meski sempat berkilah, namun dari hasil penggeledahan petugas mendapati sejumlah barang bukti, diantaranya, 4 paket sabu dengan berat kotor mencapai 205,49 gram, 1 plastik klip berisi 7 butir diduga pil extasi, 1 buah timbangan elektrik warna hitam, 1 buah HP merk Xaomi.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat melanggar pasal 114 (1) jo pasal 112 (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan pasal 196 ayat (1) UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan. "Kita masih akan kembangkan ke jaringan di atasnya, pengakuan EA dirinya mendapatkan barang dari salah satu napi lapas di wilayah Nganjuk, ini masih kita dalami kebenarannya," tegas Mukid. (*)

(jo/naz/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia