Rabu, 13 Nov 2019
radarjombang
icon featured
Events

Usai Magang di PLTU, Siswa SMK Dwija Bhakti 1 Kantongi SKP

14 Desember 2018, 11: 39: 14 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Siswa SMK Dwija Bhakti 1 yang mengikuti uji SKP bidang tenaga listrik

Siswa SMK Dwija Bhakti 1 yang mengikuti uji SKP bidang tenaga listrik (MOHAMMAD IHWANUDIN)

Share this      

JOMBANG – Sebanyak 27 siswa terbaik SMK Dwija Bhakti 1 Jombang sukses mengikuti magang di PLTU Pacitan dan juga PLTU Rembang. Sebanyak 27 siswa yang sudah menyelesaikan magangnya, kemarin mengikuti ujian untuk mengantongi sertifikat standar kompetensi personal (SKP) bidang pembangkit tenaga listrik.

“Anak-anak sudah menyelesaikan magang selama delapan bulan di PLTU Rembang dan PLTU Pacitan, ini tahapan berikutnya yaitu ujian sertifikasi keahlian yang harus diikuti,” kata Arief Sugiharto, Kepala SMK DB 1 Jombang kemarin (13/12). 

Magang yang diikuti siswa jurusan Teknik Permesinan dan Teknik Listrik ini didukung sepenuhnya PT Pembangkit Jawa Bali (PJB). Setelah mengikuti magang yang cukup lama delapan bulan, siswa harus menyelesaikan laporan. Baru kemudian mengikuti ujian yang juga diisi materi dari direktur PT Sertifikasi Kompetensi Pembangkit (SKP) Tenaga Listrik Jakarta, Mujiono.

Menurutnya, semua siswa harus lulus ujian, karena jika tidak, maka harus mengulang ujian selanjutnya. "Bukan diulang magangnya, tapi diulang ujiannya, ini ada pemateri langsung, direktur SKP sendiri yang datang, SKP itu bagian dari PT PJB," tambahnya.

27 siswa yang mengikuti ujian merupakan siswa angkatan ke III dari PJB class. Dari angkatan I sudah ada 6 siswa yang menjadi karyawan PT.Pembangkit Listrik Jawa Bali. Siswa-siswa ini merupakan siswa kategori  unggul di jurusan teknik permesinan dan teknik listrik.

Syarat utamanya, lanjut Arief, sebagai siswa PJB class di SMK DB 1 Jombang harus ulet, sehat jasmani rohani dan siap bekerja keras untuk mengikuti magang dengan PT.PJB. 

Setelah uji sertifikasi ini selesai, siswa bisa memanfaatkan sertifikat tersebut setelah lulus sekolah. Pemegang sertifikat dari PT.SKP dan PJB nanti bisa memanfaatkan keahliannya yang sudah dibuktikan dengan sertifikat dengan mendaftar sebagai karyawan di pembangkit listrik, di bawah naungan BUMN seperti PJB atau pembangkit listrik swasta yang ada di Indonesia.

"Dalam perekrutan karyawan  PJB diprioritaskan bagi alumni kelas PJB dan sudah mempunyai sertifikat karena telah teruji dan terbukti mampu bekerja di pembangkit listrik. Kemampuan serta kompetensi siswa PJB class hampir disetarakan dengan pekerja PJB sekarang karena untuk mendapat sertifikat tersebut harus memiliki keahlian kerja dengan bukti magang selama delapan bulan," tambahnya. 

Di Jatim sendiri, lanjutnya, hanya ada 7 sekolah yang memiliki kerjasama dengan PT PJB dan di Jombang SMK DB 1 merupakan satu-satunya sekolah yang memiliki perjanjian kerjasama dengan PT PJB. 

Arief berharap dengan adanya program pemerintah penyediaan listrik 35.000 megawatt di Indonesia, yang tentu memerlukan banyak tenaga kerja, bisa menerima siswa SMK DB 1 Jombang sebagai bagian dari pekerja yang berpotensi di bidangnya. "Karena yang bisa diterima bekerja harus memiliki keahlian dibuktikan dengan sertifikat dari SKP, dan siswa DB 1 Jombang sudah memiliki," pungkasnya. (*)

(jo/wen/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia