Rabu, 13 Nov 2019
radarjombang
icon featured
Hukum

Dibegal di Tuban, Sopir Truk Asal Bojonegoro Dibuang di Jombang

13 Desember 2018, 08: 41: 10 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Kondisi sopir truk korban begal saat berada di Mapolsek Kabuh

Kondisi sopir truk korban begal saat berada di Mapolsek Kabuh (M.Nasikhuddin/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Arifin, 37, warga Desa Sambirejo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro ditemukan warga di semak-semak dalam kondisi mulut serta kaki dan tangan dilakban, kemarin. Sopir truk trailer nopol N 8653 TH menjadi korban perampokan bandit jalanan di wilayah Kabupaten Tuban.

”Tiba-tiba kendaraan saya dihadang mobil Avanza hitam, terus turun lima orang sambil menodongkan senjata, terus saya disekap dalam mobil dan dibuang di semak-semak di wilayah Kabuh, dekat area pemakaman,” beber Arifin, saat ditemui Jawa Pos Radar Jombang di Mapolsek Kabuh (11/12) kemarin.

Dijelaskan, semula dirinya tengah perjalanan dari wilayah Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang, Jawa Barat membawa barang untuk diantar ke Surabaya. Senin (10/12) malam, sekitar pukul 20.00 dirinya melintas di wilayah Kabupaten Tuban.

Saat melintas di area persawahan, tiba-tiba kendaraannya dihadang mobil Avanza hitam yang tidak dikenali nopolnya. ”Tahu-tahu muncul dan berhenti di depan kendaraan saya, saya kira orangnya berhenti mau kencing begitu,” bebernya.

Saat dirinya akan melanjutkan perjalanan, tiba-tiba keluar lima orang bersenjata keluar dari kendaraan. ”Tiga orang dari sisi kiri, dua orang dari sisi kanan, pakai topeng semua dan bawa senjata tajam,” bebernya.

Karena posisinya terancam, dirinya pun hanya bisa pasrah, terlebih gerombolan pelaku mengancam akan membunuh sopir dua anak ini. ”Saya disuruh diam, nuruti kata-kata pelaku, kalau tidak saya diancama akan dibunuh,” bebernya.

Tak lama, pelaku langsung menariknya keluar dari jok depan selanjutnya dimasukkan dalam mobil avanza. Meski berusaha memberontak, seketika para pelaku menghujani korban dengan pukulan. ”Terus mulut, wajah, tangan dan kaki saya dilakban semua, jadi saya sudah tidak bisa apa-apa. HP dan uang saya di dompet diambil semua,” bebernya.

Korban selanjutnya dibawa pelaku menuju arah Jombang dan dibuang di sekitaran area pemakaman, di wilayah Kabuh, Kabupaten Jombang. ”Saya tidak tahu dibawa kemana, hanya saya ingat sekitar subuh tadi, saya dilempar ke semak-semak, untung saya ditolong warga terus diantar ke polisi,” imbuhnya.

Ditanya keberadaan truk yang dirinya bawa, dirinya tak mengetahui pasti. ”Info dari petugas, truknya ditemukan di wilayah bypass Mojoagung, saya kurang tahu kondisinya seperti apa, muatannya  masih utuh atau hilang kurang tahu, kalau dinominalkan uang mencapai sekitar Rp 400 juta,” beber pria yang sudah belasan tahun menjadi sopir.

Akibat menerima sejumlah tindakan penganiayaan, terdapat luka lebam di bagian wajah dan kepala korban. Termasuk luka bekas jeratan tali di kedua tangannya.

Sampai dengan siang kemarin, penyidik masih  mengorek keterangan korban. Tidak hanya jajaran Polsek Kabuh, terlihat Kasatreskrim Polres Jombang AKP Gatot Setyo Budi terlihat mendampingi langsung jalannya pemeriksaan. ”Jadi, kita dapat laporan ada sopir truk yang mengaku menjadi korban perampokan, TKP nya di wilayah Tuban, tapi korban dibuang pelaku di wilayah Kabuh,” bebernya.

Setelah dilakukan pengembangan, polisi berhasil mengamankan truk trailer nopol N 8653 TH di wilayah bypass Mojoagung. ”Karena TKP-nya masuk wilayah hukum Polres Tuban, tindakan kita sebatas membantu, sementara korban masih kita amankan di Mapolsek Kabuh, masih kita dalami keterangan,” imbuhnya. (*)

(jo/naz/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia