Senin, 25 Mar 2019
radarjombang
icon featured
Politik & Pemerintahan

Proyek Jembatan Milik Kementerian PUPR di Mojoagung Terancam Molor

10 Desember 2018, 14: 48: 10 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Proyek pembangunan jembatan gantung milik Kementerian PUPR di Mojoagung yang masih berlangsung

Proyek pembangunan jembatan gantung milik Kementerian PUPR di Mojoagung yang masih berlangsung (M.Nasikhuddin/Jawa Pos Radar Jombang)

JOMBANG – Proyek pembangunan jembatan gantung pikatan yang dibiayai Rp 6,4 miliar milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berpotensi molor dari target. Pasalnya, meski sudah mepet akhir tahun, pengerjaan di lapangan belum maksimal.

“Kalau untuk menyelesaikan sampai akhir tahun, sepertinya berat mas. Wong sekarang sudah hampir pertengahan bulan, di lapangan masih berkutat di tiang pancang,” beber Aris, salah satu warga sekitar.

Selain itu, saat ini sudah datang musim hujan, sehingga berpegaruh pada pelaksanaan. ”Ini sudah masuk musim hujan, kalau nanti arus sungai deras, pastinya juga menjadi kendala di lapangan,” imbuhnya.

Pantauan di lokasi, hingga kemarin sekitar belasan pekerja sibuk mengerjakan tiang pancang. Sayang, pada saat mendatangi lokasi, baik pengawas maupun pelaksana proyek belum bisa ditemui. ”Belum datang mas,’’ celetuk salah satu pekerja sekitar pukul 08.30, kemarin.

Sebagai pelaksana proyek PT Marlin Jaya konstruksi, adapun pihak konsultan pengawas PT Parigraha konsultan. Anehnya, meski ada salah satu petugas mengenakan pakaian bertuliskan PT Marlin Jaya kontruksi, dirinya mengaku tidak tahu perihal pelaksanaan di lapangan.

”Saya baru datang, belum tahu apa-apa tentang proyek,” singkatnya. Untuk diketahui, proyek jembatan gantung nantinya menghubungkan akses warga Desa Karobelah Kecamatan Mojoagung dan warga Desa Kedungpapar, Kecamatan Sumobito.

Sebelumnya, pengawas dari PT Parigraha (konsultan) membenarkan perihal pelaksanaan pekerjaan sempat macet beberapa waktu. ”Itu kemarin memang sempat berhenti sekitar dua minggu, menunggu material baja dikirim dari Jakarta,” beber  Aris, beberapa waktu lalu.

Disinggung terkait batas akhir masa pengerjaan kontruksi, dirinya mengaku tidak ingat pasti. ”Yang pasti sebelum akhir Desember sudah harus selesai. Saya bertugas sejak September, kurang tahu mulainya di SPK (surat penandatanganan kontrak) mulai kapan,” bebernya.

Terkait anggaran proyek, bersumber dari APBN 2018. Total anggaran proyek mencapai Rp 6,4 miliar untuk pembangunan tiga kegiatan. ”Jadi lelangnya jadi satu untuk tiga kegiatan, satu untuk pembangunan jembatan gantung Kali Gunting, dua jembatan di Mojokerto dan satu lagi kegiatan binko (bina konstruksi),” imbuhnya. (naz)

(jo/naz/mar/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia