Rabu, 13 Nov 2019
radarjombang
icon featured
Berita Daerah

1.201 Siswa di Jombang Belum Terima Bantuan PIP

09 Desember 2018, 16: 25: 34 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Siswa peserta program PIP

Siswa peserta program PIP (Ricky Van Zuma/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Sebanyak 1.201 siswa miskin SMP di Jombang masih belum menerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP). Ribuan siswa ini tersebar merata di semua kecamatan. Selain sudah lulus, ada beberapa siswa yang pindah keluar kota sehingga tidak bisa mencairkan bantuan.

”Memang masih ada 1.201 siswa per 1 Desember yang belum mencairkan dana PIP dari total 13.485 penerima PIP SMP tahun 2018,” ujar Ervina, operator PIP SMP Kabupaten Jombang kemarin (7/12).

Dia menuturkan, total dana yang digelontorkan pemerintah pusat melalui PIP untuk siswa miskin di Jombang sebesar Rp 8.187.375.000. ”Ini PIP tahap 1-3, persentase pencairannya sudah 91 persen,” lanjutnya. Masih kurang sekitar 9 persen untuk bisa memenuhi target 100 persen. Pihaknya juga sudah mendorong sekolah dan operator agar segera menuntaskan pencairan.

Ia menyebut, ada beberapa kendala yang dihadapi sekolah saat mencairkan bantuan. Diantaranya siswa yang susah dihubungi lantaran sudah lulus. Beberapa diantaranya diketahui siswa pindah ke luar kota dan bermacam alasan lain yang bersifat administratif.

”Setiap sekolah berbeda permasalahannya, ada yang sudah diberitahu tapi tidak kunjung diambil. Ada juga sekolah berbasis pondok tapi siswa tidak dapat ijin keluar dari pondok. Bagaimana pun juga ini hak siswa yang harus diambil, selain diambil sendiri, bisa juga kolektif,” tegasnya.

Selain itu, beberapa sekolah juga terkendala pada bank penyalur yang memberi syarat berbeda-beda pada setiap unit. ”PIP SMP Kabupaten Jombang masih buku tabungan, belum ada ATM. Siswa kalau ambil PIP syaratnya bersama orang tua, tapi ada bank penyalur yang minta kepala sekolah ikut hadir,” ungkapnya. Sehingga hal itu juga turut menghambat pencairan PIP.

Ditambahkan, besaran dana PIP SMP Rp 750 ribu pertahun. ”Saat ini masih tahap 1-3, Insya Allah dalam waktu dekat PIP tahap 4-5 segera turun,” tandasnya. PIP sendiri merupakan bantuan tunai yang bertujuan meningkatkan akses bagi anak usia 6 (enam) sampai dengan 21 tahun untuk mendapatkan layanan pendidikan sampai tamat satuan pendidikan menengah, dalam upaya mendukung pelaksanaan Pendidikan Menengah Universal/Rintisan Wajib Belajar 12 tahun.

Selain itu, PIP diharapkan dapat mencegah peserta didik dari kemungkinan putus sekolah (drop out) atau tidak melanjutkan pendidikan akibat kesulitan ekonomi. Mereka yang berhak menerima PIP diantaranya siswa/anak dari keluarga pemegang Kartu Perlindungan Sosial/Kartu Keluarga Sejahtera (KPS/KKS), keluarga peserta Program Keluarga Harapan (PKH), yatim piatu/yatim/piatu dari panti sosial/panti asuhan.

“Siswa tidak bersekolah (drop out) yang diharapkan kembali bersekolah,  siswa terkena dampak ekonomi akibat bencana alam dan siswa dari keluarga miskin/rentan miskin yang terancam putus sekolah, juga berhak mendapat PIP,” pungkas dia. (*)

(jo/ric/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia