Selasa, 11 Dec 2018
radarjombang
icon featured
Politik & Pemerintahan

Program Seragam Gratis Pemkab Jombang Menyasar Siswa Miskin dan Mampu

06 Desember 2018, 16: 51: 38 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Wabup Sumrambah memberikan penjelasan seragam gratis di Pendapa

Wabup Sumrambah memberikan penjelasan seragam gratis di Pendapa (Anggi Fridianto/Jawa Pos Radar Jombang)

JOMBANG – Pengadaan seragam gratis bagi siswa baru jenjang SD/MI dan SMP/MTs negeri/swasta dipastikan terealisasi mulai tahun ajaran 2019. Pemkab memastikan siswa yang mendapat seragam gratis tidak hanya dari keluarga miskin, namun juga siswa dari keluarga mampu.

Wakil Bupati Jombang Sumrambah menjelaskan, baik siswa mampu maupun tidak mampu bakal mendapatkan program seragam gratis. Jumlahnya lengkap, mulai seragam merah putih, batik dan pramuka yang lengkap dengan atributnya.

”Benar, mampu atau tidak mampu mereka akan mendapatkan seragam gratis,” ujarnya saat ditemui di Pendapa kemarin (5/12). Soal berapa jumlah penerima, pemkab hingga kini masih menghitung. Namun pihaknya memperkirakan jumlah siswa/siswi yang menerima mulai SD/MI hingga SMP/MTs negeri/swasta kurang lebih 40 ribu.

”Jumlahnya sekitar 40 ribuan lebih, anggarannya kita siapkan Rp 30 miliar,” tambahnya. Hingga saat ini pemkab masih belum memutuskan mekanisme pengadaan yang dilakukan. Namun, dari beberapa alternatif pihaknya bakal merealisasikan pengadaan seragam gratis melalui Bosda sekolah masing-masing.

”Saat ini kita lagi mencari mekanisme yang tepat bagaimana pengadaannya,’’ sambungnya. Pasalnya, lanjut alumnus Universitras Brawijaya Fakultas Perikanan ini, pemkab tidak ingin terjadi kendala. Misalnya pengadaan nanti justru jadi temuan  pihak penegak hukum.

”Intinya kita tidak ingin ada kendala di lapangan,” jelas dia. Dia juga sudah meminta dinas pendidikan sebagai leading sektor program ini untuk melakukan studi banding terkait pengadaan seragam gratis. Jika direalisasikan melalui Bosda dia ingin memastikan tidak ada aturan yang ditabrak.

Sehingga realisasi seragam gratis bisa berjalan sesuai rencana. “Jadi kemungkinan itu lewat Bosda. Tapi ini masih alternatif yang ditawarkan,” jelas dia. Kenapa tidak menggunakan lelang proyek? Alumnus SMAN 2 Jombang ini menegaskan, jika dilakukan lelang pasti nanti menuai banyak problem.

”Kita menghindari lelang. Kita tidak ingin terjebak permasalahan yang aneh-aneh, jadi kita berharap bantuan ini bisa dirasakan masyarakat langsung,” papar dia. (*)

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia