Rabu, 12 Dec 2018
radarjombang
icon featured
Politik & Pemerintahan

Gaduh Ujian Pakai HP, DPRD Bakal Panggil Kemenag Jombang

05 Desember 2018, 14: 42: 04 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Pelaksanaan ujian berbasis kertas di MI Mamba'ul Ma'arif Desa Karangdagangan, Kecamatan Bandar Kedungmulyo

Pelaksanaan ujian berbasis kertas di MI Mamba'ul Ma'arif Desa Karangdagangan, Kecamatan Bandar Kedungmulyo (Istimewa)

JOMBANG – Banyaknya sorotan mengenai kebijakan Kementerian Agama Kabupaten Jombang yang akan menerapkan ujian akhir madrasah berstandar daerah (UAMBD) berbasis HP, juga memantik respons kalangan DPRD Jombang. Agar tak semakin gaduh, DPRD berencana akan memanggil Kemenag Jombang.

“Kami sudah mendengar informasi itu. Banyaknya keluhan orang tua siswa dan kebingungan sebagian kepala madrasah yang tidak siap dengan kebijakan itu, kami berharap kebijakan itu ditinjau ulang,” kata Ketua komisi D M.Syarif Hidayatullah.

Kebijakan Kemenag yang akan menerapkan UAMBD berbasis HP, Syarif menyebut menjadi perbincangan di internal Komisi D. ”Kami bahas di internal, apa alasan Kemenag dengan kebijakan itu. Apalagi objeknya anak-anak, banyak keluhan dari orang tua siswa bingung mencarikan HP untuk ujian anaknya,” bebernya.

Dewan menurutnya bukan berarti tidak mendukung inovasi penggunaan teknologi di dunia pendidikan. Namun jika banyak menimbulkan persoalan, Syarif menilai sebaiknya kebijakan itu ditinjau ulang. Karena itu untuk mendapatkan informasi yang jelas, Komisi D berencana akan memanggil Kemenag Jombang.

“Bukan kami menolak, tapi harus perhitungkan betul. Dampaknya ke orang tua siswa, jangan sampai memberatkan. Terus lagi dampaknya ke mentalitas anak didik harus juga dikaji matang. Kami berharap rencana ujian dengan HP ditinjau ulang,” imbuhnya. (*)

(jo/naz/mar/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia