Rabu, 12 Dec 2018
radarjombang
icon featured
Hukum & Kriminal

Polisi Turun Tangan, Sejumlah Agen Penyalur BPNT Diperiksa

03 Desember 2018, 17: 31: 08 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Sidang penyaluran BPNT yang dilakukan DPRD Jombang di salah satu agen

Sidang penyaluran BPNT yang dilakukan DPRD Jombang di salah satu agen (Azmy Endiyana/Jawa Pos Radar Jombang)

JOMBANG - Banyaknya persoalan terkait penyaluran program bantuan pangan non tunai (BPNT) di Jombang, membuat aparat penegak hukum harus turun tangan.

Sejumlah E-warung yang menjadi agen penyalur BPNT dipanggil ke Mapolres Jombang untuk dimintau klarifikasi.

“Sebelumnya kami sudah terjunkan Unit Tipiter (tindak pidana tertentu) turun ke lapangan. Kemudian kami tindaklanjuti dengan pemanggilan sejumlah agen,” beber Kasatreskrim Polres Jombang AKP Gatot Setyo Budi.

Sejumlah agen yang mendapat panggilan penyidik diantaranya agen dari Desa Morosunggingan, Kecamatan Peterongan, agen dari Desa Sidokerto, Kecamatan Mojowarno, dan agen dari Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung.

Tidak hanya memanggil sejumlah agen, Gatot mengaku sebelumnya tim juga sudah meminta keterangan dari sejumlah keluarga penerima manfaat (KPM) BPNT. “Beberapa KPM sudah kami ambil keterangannya juga,” bebernya.

Setelah mengambil keterangan sejumlah agen, penyidik masih akan terus mendalami kasis ini dengan melanjutkan pemanggilan pihak terkait. “Secara bertahap kami ambil keterangan pihak terkait lainnya, mulai dari pendamping, dinas sosial, serta supplier telur juga akan kami ambil keterangan,” singkat Gatot.

Untuk diketahui, penyaluran BPNT di Jombang berjalan kacau menyusul banyaknya temuan telur busuk yang tersebar di beberapa agen. Dalam perjalanannya, PT Pertani  mundur dari supplier. Selain temuan telur rusak, busuk dan berbelatung, muncul persoalan lain yaitu keluhan terkait harga bantuan pangan yang dinilai terlalu mahal. (*)

(jo/naz/mar/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia