Minggu, 24 Mar 2019
radarjombang
icon featured
Berita Daerah

Ujian MI Pakai HP, Kemenag Jombang Berdalih untuk Efisiensi Anggaran

30 November 2018, 15: 06: 11 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Ujian sekolah berbasis android yang sudah berjalan salah satu madrasah

Ujian sekolah berbasis android yang sudah berjalan salah satu madrasah (Mardiansyah Triraharjo/Jawa Pos Radar Jombang)

JOMBANG – Penerapan ujian akhir Madrasah Ibtidaiyah (MI) menggunakan handphone (HP) dibenarkan Kementerian Agama Kabupaten Jombang.

Kasi Pendidikan Madrasah Muhammad Amak Burhanuddin mengatakan, ujian berbasis android diterapkan untuk MI berstandar daerah.

“Rencananya dilaksanakan ujian akhir madrasah berstandar daerah (UAMBD) MI se-kabupaten. Tujuannya untuk efisiensi, yang dulu kertas diganti berbasis komputer atau android,” bebernya.

Dirinya mengaku tidak hafal berapa kisaran jumlah siswa MI yang nantinya bakal mengikuti ujian menggunakan sistem android. Namun jumlah lembaganya disebutnya mencapai ratusan.

“Kalau jumlah siswanya saya kurang hafal persis, kalau lembaganya mencapai sekitar 270 lembaga,” bebernya. Dalam pelaksanaannya nanti tidak serta merta dilaksanakan, namun mempertimbangkan kesiapan sekolah masing-masing. “Jadi konsepnya ada tiga nanti,” bebernya.

Pertama lanjut Amak, bagi madrasah yang mampu menyelenggarakan sendiri dengan perangkatnya sendiri, kedua bagi madrasah yang belum siap, bisa digabung.

Terakhir jika belum siap, bisa kerjasama dengan lembaga di jenjang lebih tinggi. “Bisa gabung MTs atau aliyah dan lembaga lainnya. Prinsipnya luwes, disesuaikan dengan kesiapan lembaga masing-masing,” terangnya. Terkait sistemnya ada beragam alternatif.

“Bisa pilihannya nanti menggunakan edubooks, server dan macamnya yang penting sama-sama bisa menjaga kerahasiaan,” imbuhnya. Terkait jaringan internet apakah sudah disediakan lembaga madrasah, dirinya menyebut masih belum siap.

“Sementara belum, jadi masih menggunakan sistem paket data di HP masing-masing. Pertimbangannya kalau menggunakan wifi kendalanya server lelet itu bisa mengganggu proses ujian nanti, sebab menggunakan aplikasi, kecuali kalau punya pengatur jaringan,” imbuhnya.

Terkait persiapan yang sudah dilakukan, lanjut Amak sampai saat ini masih terus berproses. “Kita juga sudah buat beberapa latihan simulasi juga. Kemarin juga dari MIN Randuwatang, kontak bilang beberapa lembaga sudah siap,” imbuhnya.

Disinggung terkait sejumlah keluhan wali murid yang merasa keberatan dengan penerapan ujian berbasis andorid lantaran belum bisa membeli HP sesuai standar dari sekolah, dirinya bakal mengakomodir.

“Nanti diusahakan dibantu madrasah masing-masing, atau bisa pinjam HP teman, kakaknya atau pinjam ke guru juga bisa. Kita akan komunikasikan dengan teman-teman, bagaimana solusinya. Prinsipnya jangan sampai memberatkan, kita bantu komunikasikan ke kepala madrasahnya,” bebernya.

Terkait kemungkinan ada lembaga yang tidak mau menerapkan ujian berbasis android lantaran tidak siap, dirinya menyebut tidak apa-apa.

“Kalau memang kepepet betul tidak bisa ujian berbasis android, itu harus mandiri, mulai dari pengadaan semisal tidak gabung. Tapi Insyaallah semua siap, nanti semisal ada permasalahan kita bantu carikan solusi,” singkatnya. (*)

(jo/naz/mar/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia