Minggu, 15 Dec 2019
radarjombang
icon featured
Berita Daerah

Ujian Madrasah Ibtidaiyah Pakai HP, Orang Tua Murid Keberatan

30 November 2018, 14: 47: 25 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Ilustrasi - Anak-anak bermain HP

Ilustrasi - Anak-anak bermain HP (Google Image)

Share this      

JOMBANG - Wali murid madrasah ibtidaiyah (MI) di Kabupaten Jombang mengeluhkan rencana penerapan ujian akhir madrasah berstandar daerah (UAMBD) menggunakan handphone (HP).

Para orang tua bingung lantaran harus membeli HP berbasis android agar anaknya bisa mengikuti ujian.

“Waktu itu dikumpulkan di sekolah, wali murid banyak yang keberatan, termasuk saya sendiri bingung, mikir uang dari mana untuk membeli HP baru,” beber R, salah satu wali murid asal Kecamatan Jogoroto.

Lebih-lebih HP yang bisa digunakan untuk mengikuti ujian anaknya tersebut tidak sembarang HP, tapi harus HP dengan spesifikasi tertentu yang itu dirasa memberatkan wali murid.

“Harus HP bagus, minimal ram dua dan harganya mahal. Sampai sekarang saya belum bisa beli, mau bilang ke suami nggak tega, wong cuma buruh tani kerjanya,” keluhnya.

Memang ada alternatif untuk meminjam HP ke saudara dan sebagainya, tapi itu sulit. “HP siapa juga yang boleh dipinjam untuk ujian anak sekolah, kecuali orang tuanya  sendiri, kalau harus cari pinjaman sulit,” imbuhnya.

Satu sisi dirinya merasa kasihan anaknya merengek minta dibelikan HP, karena sebagian temannya sudah punya HP. “Jadi mereka bisa latihan dengan mudah. Sementara yang belum punya jadi minder, pokoknya minta dibelikan,” imbuhnya.

Karena pelaksanaan ujian dikatakan sudah cukup dekat, dirinya sekarang kebingungan mencari solusi agar anaknya bisa ikut ujian dengan lancar. “Tetangga juga bingung, sebab belum bisa membelikan HP untuk anaknya,” bebernya.

Hal senada disampaikan L, wali murid salah satu  MI di Kecamatan Perak juga mengeluh keberatan dengan penerapan ujian madrasah berbasis android. Selain harus mencarikan HP untuk anaknya, dirinya khawatir anaknya kecanduan main HP.

“Saya juga heran, kan anak masih MI, masih kecil tapi kenapa sekolah menerapkan ujian menggunakan HP. Wong anak yang sudah MTs  saja banyak yang dilarang orang tuanya memegang HP,” terangnya sambil menerangkan hingga kini masih bingung mencari HP untuk ujian anaknya.

Tidak semua menolak, salah satu orang tua siswa salah satu MI di Kecamatan Jogoroto mengaku mendukung kebijakan tersebut meski sebenarnya juga merasa keberatan.

“Sebenarnya ya keberatan, tapi bagaimana lagi demi anak, apalagi buat sekolah, biar pintar. Ya, usaha entah cari-cari hutang, kredit atau usaha bagaimanan biar bisa punya HP, mau pinjam juga susah,” terang Ruqoiyah, salah satu wali murid. (*)

(jo/naz/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia