Minggu, 15 Dec 2019
radarjombang
icon featured
Berita Daerah

2.024 Siswa SD di Jombang Belum Terima Dana PIP

30 November 2018, 08: 16: 08 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Salah satu siswa Kabupaten Jombang yang menjadi peserta Program Indonesia Pintar (PIP)

Salah satu siswa Kabupaten Jombang yang menjadi peserta Program Indonesia Pintar (PIP) (Ricky Van Zuma/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Sebanyak 2.024 siswa SD di Jombang belum mencairkan dana PIP. Ribuan siswa miskin ini tersebar merata hampir di semua kecamatan. Selain terkendala bank penyalur, diantara siswa ada yang pindah sekolah.

”Kami terus mendorong sekolah supaya menuntaskan pencairan PIP. Tapi kendalanya macam-macam, ada yang siswanya sudah pindah, ada juga yang terkendala dari bank penyalur,” ujar Moh Suyuti, Kasi Kelembagaan SD Dinas Pendidikan Jombang, kemarin (28/11).

Ia menyatakan, ada 37.585 siswa SD di Jombang yang menerima PIP tahun anggaran 2018. Total dana PIP yang digelontorkan pemerintah pusat untuk siswa SD di Jombang ini mencapai Rp 13.797.450.000. Percepatan pencairan PIP SD juga sudah dilakukan. Kini, persentase aktifasi atau pencairan PIP SD masih 89,9 persen.

”Target kami tentu PIP ini harus cair 100 persen, tapi memang masih belum tuntas. Kebanyakan mengalami hambatan pada bank penyalur sehingga pencairan PIP lambat,” lanjutnya.

Ia lantas menyampaikan beberapa kecamatan yang masih lambat pencairan PIP. Diantaranya Kecamatan Ngoro sebanyak 400 siswa belum menerima PIP dari total 2.071 penerima. Disusul Kecamatan Mojoagung sebanyak 254 siswa belum bisa mencairkan PIP dari total 1.112 siswa penerima.

”Kecamatan Diwek juga banyak yang belum mencairkan PIP, dari 1.834 penerima ada 205 siswa miskin yang belum. Kecamatan lainnya juga banyak yang belum mencairkan,” tandasnya. Bantuan PIP sendiri memang ditujukan untuk membantu anak-anak usia sekolah dari keluarga miskin mendapatkan layanan pendidikan sampai tuntas.

Melalui program ini pemerintah berupaya mencegah peserta didik dari kemungkinan putus sekolah, dan diharapkan dapat menarik siswa putus sekolah agar kembali melanjutkan pendidikan. PIP juga diharapkan dapat meringankan biaya personal pendidikan peserta didik, baik biaya langsung maupun tidak langsung. (*)

(jo/ric/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia