Senin, 18 Nov 2019
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Putus Asa Setelah Cerai, Warga Kedungmangu Gantung Diri

29 November 2018, 19: 51: 19 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Ilustrasi – gantung diri

Ilustrasi – gantung diri (Google Image)

Share this      

JOMBANG – Suwandi, 42, memilih mengakhiri hidupnya dengan gantung diri (28/11). Warga Dusun Kedungmangu, Desa Kedunglosari, Kecamatan Tembelang ini memilih mati dengan cara tragis diduga karena himpitan ekonomi setelah bercerai.

Dijelaskan, kejadian ini berlangsung Rabu (28/11) kemarin sekitar pukul 15.00. Awalnya ibu korban sendiri Suwati, 68  bermaksud mengantarkan makanan untuk anaknya. “Ibu korban sendiri yang mengetahui. Korban  memang tinggal sendiri,   rumahnya juga berdekatan dengan ibunya,” terang Kapolsek Tembelang AKP Ismono Hardi.

Awalnya, Suwati yang sehari-harinya biasa memberi makan anaknya tersebut curiga dengan rumah korban yang dalam kondisi tertutup dan terkunci dari dalam. Penasaran dengan kondisi dalam rumah, Suwati kemudian berusaha masuk lewat jendela depan rumah korban.

Namun alangkah kagetnya ia ketika melihat anaknya sudah dalam keadaan tewas mengenaskan. Saat ditemukan, kepala suwandi telah tergantung  dengan sarung yang dililitkan di kusen rumahnya. Saat ditemukan, tangannya terkepal dengan lidah menjulur.

Ia mengenakan baju coklat dengan bawahan celana kolor berwana biru. “Mengetahui anaknya tewas gantung diri itu, bu Suwati kemudian memanggil kakak korban bernama Suwanan untuk melapor ke perangkat desa,” lanjutnya. Polisi yang datang kemudian langsung mengevakuasi jasad korban dan melakukan pemeriksaan sementara.

Sejumlah saksi juga ditanyai perihal penyebab korban akhirnya memilih gantung diri. Dari keterangan keluarga, Polisi menyimpulkan motif korban bunuh diri diduga lantaran himpitan ekonomi. Tinggal sendiri di rumah setelah bercerai dengan sang istri diduga membuat Suwandi yang juga sempat mengidap gangguan jiwa ini tak kuat menjalani hidupnya.

“Ya, memang diduga akibat faktor tekanan hidup dan ekonomi, korban ini duda dan istrinya sudah menikah lagi, dan sehari-hari memang tidak bekerja. Serta punya riwayat gangguan jiwa,” imbuhnya.

Lantaran tak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan, jenazah Suwandi langsung diserahkan kepada keluarga korban untuk dimakamkan. “Keluarga mengaku sudah ikhlas dan mengakui jika korban memang murni bunuh diri,” pungkasnya. (*)

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia