Minggu, 15 Dec 2019
radarjombang
icon featured
Berita Daerah

829 Warga Belajar di Jombang Segera Terima Ijazah

26 November 2018, 10: 17: 57 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Warga belajar di Jombang saat mengikuti ujian kejar paket beberapa waktu lalu

Warga belajar di Jombang saat mengikuti ujian kejar paket beberapa waktu lalu (RICKY VAN ZUMA/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Setelah menunggu berbulan-bulan, ratusan warga belajar di Kabupaten Jombang dipastikan akan segera menerima ijazah dan SKHUN bulan ini. Seperti yang terjadi di PKBM Insan Mulia, terdapat total 51 warga belajar paket C yang lulus tahun ini.

”Alhamdulillah ijazah dan SKHUN sudah siap diberikan. Memang lambat karena SKHUN-nya memang baru turun sekitar seminggu yang lalu, kalau ijazah sudah lama,” ujar Husnul Ermawati, Kepala PKBM Insan Mulia kemarin (25/11). Namun pihaknya belum memberikan ijazah kepada warga belajar, sebab menunggu turunnya SKHUN.

”Kami menunggu supaya sekalian diberikan, sebab banyak warga belajar dari luar daerah supaya sekalian tidak bolak-balik lagi,” imbuhnya. Tak hanya di PKBM Insan Mulia, keterlambatan ijazah dan SKHUN terjadi pada semua SKB dan PKBM di Jombang bahkan Jawa Timur.

”Alhamdulillah, memang sudah menunggu lama ijazah paket C ini. Sekarang masih belum terpikir mau melamar kerja atau lanjut kuliah, kan saya sudah rumah tangga ada anak juga,” ujar Lia, salah satu warga belajar.

Sebelumnya terdapat 690 warga belajar dari 26 PKBM dan SKB yang mengikuti UNPK paket C atau setara SMA. UNPK paket C diselenggarakan pada 27-30 April 2018 lalu. Sedangkan 352 warga belajar dari 27 PKBM dan SKB telah mengikuti UNPK paket B atau setara SMP. UNPK paket B telah dilaksanakan 4-6 Mei.

Namun tidak semua peserta mengikuti UNPK ini. Sebanyak 213 warga belajar paket B dan C di Jombang tidak hadir pada UNPK berbasis komputer. Sehingga hanya 829 warga belajar yang lulus dan menerima ijazah.

Sedangkan 213 yang tidak hadir ini terdiri dari 74 warga belajar paket B dan 139 warga belajar paket C. Mereka terpaksa absen lantaran terkendala izin, mengingat pelaksanaan UNPK paket C dilakukan hingga hari Senin.

”Ujian kesetaraan hanya satu gelombang, kalau tidak ikut tahun ini ujian tahun depan 2019. Termasuk mereka yang berhalangan hadir ini,” tandas Agus Suryo Handoko, Kabid PAUD Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang. (*)

(jo/ric/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia