Senin, 26 Aug 2019
radarjombang
icon featured
Politik & Pemerintahan

Kalangan Kades di Jombang Sebut Program BPNT Ruwet Sejak Awal

24 November 2018, 09: 35: 38 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Kepala Desa Kepatihan Erwin Pribadi

Kepala Desa Kepatihan Erwin Pribadi (ACHMAD RW/ JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Sejumlah kepala desa di Kabupaten Jombang ikut merespons kacaunya penyaluran bantuan pangan non tunai (BPNT). Program ini dinilai sudah ruwet sejak awal pelaksanaan.

Kepala Desa Kepatihan Kecamatan Jombang Erwin Pribadi mengaku belum heran dengan mekanisme penunjukan e-warung. Pada awalnya, sesuai perintah Dinas Sosial melalui pendamping Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), penunjukan E-warung berdasarkan rekomendasi kepala desa.

”Namun ternyata daftar E-warung yang dikeluarkan Dinas Sosial justru E-warung yang tidak masuk rekomendasi kades. Bahkan yang diusulkan kades, dicoret pihak dinas sosial,” ujar dia.

Dari informasi yang dia terima, penunjukan E-warung yang direkomendasi dinas adalah agen yang menjalin mitra dengan bank penyalur BPNT. ”Jelas ini tidak konsisten. Karena tidak sesuai dengan sosialisasi yang disampaikan Dinsos beberapa waktu lalu,” beber dia.

Dia juga mengaku kecewa dengan minimnya sosialisasi yang dilakukan dinas sosial. Karena beberapa menjadi atas pencoretan rekom tersebut. “Beberapa desa di Jombang ini juga umek. Seperti Desa Mojongapit, Plosogeneng dan Sumberjo, karena kami seperti tak dianggap,” tandasnya.

Dia menilai tidak ada kesiapan dinas terkait mengenai realisasi program ini. Baik dari segi penentuan E-warung, penentuan supplier dan persiapan lainnya. “Malah ada yang di Desa Plosogeneng, kios pupuk jadi agen penyalur BPNT, ini kan aneh,” imbuhnya. (*)

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia