Selasa, 19 Nov 2019
radarjombang
icon featured
Berita Daerah

HIV AIDS Masih Tinggi, Dinkes Jombang Diminta Serius Sosialisasi

20 November 2018, 12: 07: 53 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Ketua Komisi D DPRD Jombang M Syarif Hidayatullah

Ketua Komisi D DPRD Jombang M Syarif Hidayatullah (YAYAN/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG - Masih tingginya kasus HIV-AIDS di Kabupaten Jombang disoroti kalangan dewan. Terdapat total 1.388 kasus HIV-AIDS terjadi di Jombang mulai 1999 hingga 2018 ini. Sedangkan ditemukan 137 penderita HIV baru per Januari-September 2018.

“Kami sangat prihatin dengan kondisi yang ada. Ini sangat disayangkan,” ujar M Syarif Hidayatullah,  Ketua Komisi D DPRD Jombang. Apalagi kasus HIV-AIDS Kabupaten Jombang masih menduduki peringkat kedua di Jawa Timur.

“HIV-AIDS sangat bahaya, penanganan, pencegahan dan pemberantasannya harus serius langsung ke sumber penularannya,” ucap Gus Sentot, sapaan akrabnya. Menurutnya dari data yang ada perlu dianalisis, 137 penderita baru HIV di Jombang ini tertular dari mana.

“Mereka tertular saat di Jombang atau luar daerah, kami belum terima data pastinya dari dinas kesehatan. Kalau sumber penularannya memang di Jombang, harus ditelusuri. Ini yang masih jadi pertanyaan dan butuh solusi,” tegasnya. 

Sebab selama ini sumber penularan baik lokalisasi maupun tempat hiburan malam sangat jarang di Kabupaten Jombang. Namun mengapa penderita HIV baru di Jombang masih tinggi setiap tahunnya.

Bahkan mayoritas penderita HIV baru di Jombang ini didominasi usia produktif 25-49 tahun. Ia menambahkan sosialisasi perlu digalakkan kembali ke masyarakat baik di sekolah hingga pedesaan.  Sehingga kasus HIV-AIDS bisa semakin ditekan.

“Yang jelas pemkab  harus lebih serius menangani HIV-AIDS, salah satunya menekan penyakit masyarakat. Banyak restoran di Jombang yang izinnya rumah makan tapi dalamnya karaoke,” tandasnya. (*)

(jo/ric/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia