Rabu, 12 Dec 2018
radarjombang
icon featured
Events

Kinerja PPPA Jombang Dievaluasi Jelang Anugerah Parahita Ekapraya

16 November 2018, 09: 18: 23 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab didampingi Kepala Bappeda Eksan Gunajati memberikan paparan program PPPA

Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab didampingi Kepala Bappeda Eksan Gunajati memberikan paparan program PPPA (ISTIMEWA)

JOMBANG – Kinerja program Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) di Kabupaten Jombang tengah dalam evaluasi Kementerian PPPA. Evaluasi dilakukan sebagai tahapan dalam menghadapi Anugerah Parahita Ekapraya (APE)  2018.

Rabu (14/11) kemarin, paparan kinerja disampaikan langsung Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab di Bappeda Provinsi Jawa Timur. Bertindak sebagai tim verifikasi diantaranya Siti Mardiyah, Ono Taryono, dan Herman Siregar dari tim independen.

Saat menyampaikan paparan bupati didampingi seluruh elemen pendukung mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), LSM, dan organisasi kewanitaan hingga unsur akademisi. Mengawali paparannya, Bupati Mundjidah membeberkan pelaksanaan pengarusutamaan gender (PuG) di Kabupaten Jombang.

Terutama yang berkaitan dengan tujuh prasyarat PUG diantaranya komitmen, kebijakan, SDM dan anggaran, kelembagaan, methode atau toll, sistem data terpilah dan peran serta masyarakat dalam mendukung program PUG.

Sejumlah inovasi yang telah dilakukan masing-masing OPD, LSM dan unsur akademisi dan masyarakat dalam rangka PUG dan perlindungan Perempuan juga disampaikan. “Tekad pemkab dan masyarakat Jombang adalah mewujudkan kesetaraan gender,” kata Bupati Mundjidah.

Usai paparan, tim verifikator melalui Herman Siregar yang menjadi juru bicara memberi sejumlah evaluasi. Diantaranya Pemkab Jombang harus segera menyusun perda pengarusutamaan gender maksimal dua tahun ke depan.

Lebih lanjut disampaikan, strategi dalam RPJMN tahun 2015-2019 meliputi 3 hal, yaitu pembangunan berkelanjutan, good governance dan gender untuk dimasukkan dalam strategi RPJMD Kabupaten Jombang 2018-2023.

Keterlibatan OPD di lingkup Pemkab Jombang baik yang berperan sebagai driver maupun focal point harus ditingkatkan. Serta keberadaan Gender Champion harus melibatkan berbagai unsur.

“Inspektorat juga berperan dalam melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program pengarusutamaan gender,” tandasnya. Selain memberi evaluasi, Herman Siregar juga mengungkapkan ketertarikannya terhadap sejumlah program yang dilakukan Pemkab Jombang.

Semisal program Three End, program PUSPA serta SIPEKKA, serta Gender Champion. Demikian pula dengan penyusunan Perencanaan Partisipatif Rensposif Gender (PPRG) maupun partisipasi perempuan dalam mendukung usaha ekonomi keluarga melalui pengembangan kebun bibit yang dilaksanakan warga Desa Badang, Kecamatan Ngoro.

“Karena mereka inilah yang akan menjadi panutan dalam pelaksanaan pengarustamaan gender. Ibu bupati juga dapat diajukan sebagai gender champion yang memberi motivasi kepada masyarakat untuk selalu bahu-membahu antara laki-laki dan perempuan di kancah pembangunan,” ungkap Herman. (KOMINFO)

(jo/jpr/mar/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia