Rabu, 12 Dec 2018
radarjombang
icon featured
Tokoh

KH Hasbullah Said; Sosok Dibalik Nama Tambakberas

15 November 2018, 20: 41: 44 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Masjid induk di Pesantren Bahrul Ulum

Masjid induk di Pesantren Bahrul Ulum (ACHMAD RW/ JAWA POS RADAR JOMBANG)

JOMBANG – Tak saja lekat dengan kepemimpinan hingga pembangunan masjid di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Kiai Hasbullah Said juga ternyata lekat dengan nama Dusun Tambakberas itu sendiri.

Salah satu Tim Peneliti Sejarah Tambakberas, Ainur Rofiq Al Amin menyebut, penamaan Tambakberas berkaitan erat dengan Kiai Hasbullah. Terlebih jika dihubungkan dengan kekayaan yang dimilikinya dulu. Di awal dulu, Dusun Tambakberas yang sekarang ini lebih dikenal dengan Dusun Gedhang.

“Disini sebenarnya dulu namanya Desa Gedhang, kalau pondok lama di utara yang sekarang makam Mbah Wahab itu Gedhang Njero. Kalau yang pondok Mbah Utsman itu Gedhang Njobo. Sedangkan wilayah Pondok BU sekarang ini Gedhang Kulon,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Tim peneliti sejarah Tambakberas, Ainur Rofiq Al Amin.

Tim peneliti sejarah Tambakberas, Ainur Rofiq Al Amin. (ACHMAD RW/ JAWA POS RADAR JOMBANG)

Namun, nama ini perlahan berubah dikarenakan adanya faktor penyebutan masyarakat yang merujuk pada kekayaan yang dimiliki kiai Hasbullah. Seperti disebut sebelumnya, kiai Hasbullah menang terkenal sebagai seorang yang kaya raya.

Terlebih jika dilihat dari jumlah lahan sawah garapan yang dimilikinya sehingga ketika musim panen, wilayah sekitar pondok tak ubahnya seperti lautan padi. “Dari hasil penggalian data, diyakini nama ini merujuk pada kondisi saat panen padi, dimana ketika panen padi, saking banyaknya hingga terlihat layaknya tambak ikan,” lanjutnya.

Bahkan diyakini, jika ditotal, luas seluruh tanah yang dimiliki kiai Hasbullah ini sampai mencakup tiga kecamatan terdekat dengan Tambakberas. “Konon, tanah sawah dan pekarangan beliau ini membentang mulai Desa Sidomulyo, Megaluh, Tembelang dan seluruh Desa Tambakrejo sekarang, jadi bisa dibayangkan seperti apa ketika panen,” imbuh Gus Rofiq sapaan akrabnya.

Karena itu pria yang juga pengasuh Ribath Al Hadi PP Bahrul Ulum ini menyebut wajar jika perlahan masyarakat lebih akrab menyebut dusun yang sebelumnya bernama Gedhang Kulon ini sebagai Tambakberas, karena banyaknya beras yang mampu dihasilkan di wilayah ini dahulu.

Bahkan dirinya menyebut hingga saat ini, nama Tambakberas seringkali lebih populer dibandingkan nama Desa Tambakrejo sendiri. “Tentu mungkin kalau masyarakat dari luar kota akan lebih mengenal nama Tambakberas daripada Desa Tambakrejo. Terlebih ketika digandengkan dengan nama pondok pesantren,” pungkasnya. (Pewarta: ACHMAD RW)

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia