Rabu, 12 Dec 2018
radarjombang
icon featured
Jombang Banget

GKJW Mojowarno; Simbol Kerukunan Umat Beragama

15 November 2018, 19: 26: 21 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Kegiatan kebaktian jemaat GKJW Mojowarno

Kegiatan kebaktian jemaat GKJW Mojowarno (ACHMAD RW/JAWA POS RADAR JOMBANG)

JOMBANG – Tak saja sebagai tempat ibadah bagi umat nasrani, Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW), menurut Pendeta Wimbo Santjoko juga bisa dipandang sebagai bentuk kerukunan umat beragama.

Menurutnya, keberadaan gereja ini tak lepas dari kondisi sosial masyarakat sebelum gereja ini dibangun. Meski dibangun di areal mayoritas masyarakat beragama Islam, sejak awal hingga saat ini menurut Wimbo tak sekalipun pernah ada tentangan maupun perselisihan atas dasar agama di sini.

“Sejarahnya dulu kan dibawa oleh Mbah Ditotruno membuka hutan di sini. Namun dalam pengajarannya, tidak diwajibkan untuk masuk Agama Kristen, makanya di sini separo muslim dan kristen dan tidak pernah ada masalah dengan itu,” lanjutnya.

Pantauan dari atas acara kebaktian di GKJW Mojowarno

Pantauan dari atas acara kebaktian di GKJW Mojowarno (ACHMAD RW/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Menurut Wimbo, penggunaan tradisi Jawa yang kemudian bercampur dengan agama yang ada, menurutnya juga jadi sangat penting. Sehingga kesatuan sebagai sesama suku Jawa meski beragama berbeda, membuat keberadaan gereja yang juga tak berjarak jauh dari masjid setempat ini tak pernah menjadikan sumber permasalahan sejak dulu.

“Bahkan relasi masyarakat itu bisa dikatakan saling mendukung jadi kalau hari agama itu kami saling berkunjung. Kalau ada orang meninggal desa, juga semua mau datang, apapun agamanya. Ya tentu karena ikatan suku Jawa ini dan gereja ini kan bentuk akulturasi kristen tapi tetap menggunakan adat Jawa,” sambungnya.

Bahkan, ia menyebut, meski semua orang mengenal Jombang sebagai wilayah yang punya pondok-pondok besar, GKJW disebutnya sebagai salah satu warna yang ada di dalamnya. “Jadi meskipun ada pondok-pondok pesantren besar, namun di sini juga ada gereja besar dan tertua juga, namun tidak pernah ada permasalahan berkaitan dengan agama. Saya kira ini kan bukti jika Jombang khususnya sebagai simbol kerukunan umat beragama,” pungkasnya. (Pewarta: ACHMAD RW)

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia