Rabu, 12 Dec 2018
radarjombang
icon featured
Kota Santri

Jelang Maulid, Produksi Layah Plandaan Meningkat

14 November 2018, 20: 00: 04 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Aktivitas produksi layah di Dusun Mambang, Desa Tondowulan, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang

Aktivitas produksi layah di Dusun Mambang, Desa Tondowulan, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang (RICKY VAN ZUMA/JAWA POS RADAR JOMBANG)

PLANDAAN – Produksi kerajinan gerabah di Dusun Mambang, Desa Tondowulan, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, khususnya jenis layah diperbanyak perajin. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan layah jelang PHBI Maulid  Nabi Muhammad SAW.

”Setiap mauludan permintaan layah memang selalu meningkat,” ujar Tasman, salah seorang perajin gerabah, kemarin (13/11). Tak hanya itu, harga layah biasanya juga melonjak dua kali lipat saat muludan. Jika pada hari biasa harga layah hanya Rp 3.000 perbuah, bisa melonjak hingga Rp 6.000 perbuah.

”Alhamdulillah untungnya semakin besar kalau muludan. Tapi kalau muludan sudah lewat harga kembali normal seperti biasa,” ungkapnya.  Tak hanya Jombang, permintaan layah ini diakui banyak datang dari luar kota mulai Mojokerto, Kediri, Krian, Pasuruan, Surabaya dan sebagainya.

”Kalau masuk musim hujan susah mengeringkan, jadi harganya naik,” tandasnya. Tak hanya layah, perajin gerabah di wilayah ini juga memproduksi kemaron, ari-ari besar, jambangan, kuali, layah, pego, genuk, dan angklo.

Dusun Mambang, Desa Tondowulan, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang sendiri merupakan salah satu wilayah penghasil gerabah di Kabupaten Jombang. Keahlian membuat gerabah ini diperoleh warga turun-temurun dari nenek moyang. (*)

(jo/ric/mar/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia