Senin, 17 Jun 2019
radarjombang
icon featured
Politik & Pemerintahan

Penetapan DPT Pemilu Mundur, KPU Jombang Tunggu Coklit Ulang

10 November 2018, 17: 22: 16 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Anggota KPU Jombang Burhan Abadi

Anggota KPU Jombang Burhan Abadi (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

JOMBANG – Rapat pleno terbuka penetapan daftar pemilih tetap (DPT-HP) pemilu 2019 ahirnya mundur dari jadwal. Pleno awalnya direncanakan Sabtu (10/11) hari ini.

Namun diundur karena KPU diminta melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) terbatas dari Ditjen Kemendagri terhadap 31 juta pemilih di DP4 potensi tidak masuk dalam DPT.

Anggota KPU Jombang Burhan Abadi menjelaskan, coklit terbatas itu sebenarnya sudah dimulai 1 hingga 9 November. Seluruh PPK-PPS diminta mendatangi beberapa pemilih yang dilaporkan tidak memenuhi syarat (TMS).

“Sesuai rekomendasi dari KPU RI terkait masukan dari Kemendagri. KPU diminta memastikan ulang pemilih yang dilaporkan TMS misalnya meninggal dunia, alih status atau pindah domisili sebelum dilakukan pleno terbuka penetapan DPT-HP 2 ditingkat kabupaten,” katanya.

Sehingga menurut Burhan jadwal pleno terpaksa diundur. “Jadwal terbaru, jika tidak berubah lagi nanti kita plenokan 12 - 13 November,” papar dia. Tepat hari ini, kata Burhan, PPK dan PPS melakukan rapat pleno terbuka di tingkat desa untuk merekapitulasi data hasil coklit sebelum nanti dibawa ke kabupaten untuk pleno tingkat selanjutnya.

“Sesuai imbuan SE tersebut, kami juga diminta menyurati masing masing parpol peserta pemilu dan Bawaslu tentang coklit terbatas ini,” papar dia. Berapa jumlah pemilih hasil coklit terbatas? Burhan belum bisa menjawab secara rinci. Karena data baru diketahui saat pleno dilakukan di kabupaten.

Untuk diketahui, KPU melakukan pleno penetepan DPT Pemilu 2019 hingga tiga kali ini. Pada DPT HP 1 beberapa waktu lalu, diketahui jumlah pemilih sebanyak 990.029. Namun jumlah itu dipastikan berubah lagi saat penetapan pleno kedua nanti. (*)

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia