Rabu, 19 Sep 2018
radarjombang
icon featured
Events

Puti Syukuri Kelahiran Bung Karno

Kamis, 21 Jun 2018 18:18 | editor : Binti Rohmatin

istimewa

PENUH SYUKUR: Puti Guntur Soekarno di tengahtengah tasyakuran Hari Lahir Bung Karno (istimewa)

Surabaya - PDI Perjuangan (PDIP) menggelar malam tasyakuran Hari Lahir Bung Karno. Acara ini dihadiri Calon Wakil Gubernur Jawa Timur Puti Guntur Soekarno.

Kegiatan itu sebagai rangkaian Juni Bulan Bung Karno. Dilangsungkan di kampung Jl. Pandean Gg IV, Selasa (5/6/2018). Tepat di depan rumah nomor 40, yang diberi tetenger rumah kelahiran Bung Karno, dan menjadi cagar budaya.

“Hari kelahiran Bung Karno, 6 Juni. Hari ini kita gelar tasyakuran, malam menjelang kelahiran Sang Putera Fajar,” kata Whisnu Sakti Buana, Ketua DPC PDIP Kota Surabaya.

Sekitar 4.000 lebih kader, pengurus dan anggota PDIP, bersama masyarakat umum hadir di acara itu. Sore, menjelang buka puasa.

“Sebanyak 117 tumpeng kita sajikan di sini. Ini tetenger jumlah tahun kelahiran Bung Karno, sejak 1901-2018,” kata Whisnu, Wakil Walikota Surabaya itu.

Suasana riuh ramai di kampung tua tersebut. Setiap kecamatan, membawa 3 tumpeng. Belum lagi anggota DPRD Kota Surabaya, DPRD Provinsi Jawa Timur, dan DPR RI, dari Fraksi PDIP.

Sore itu, menjelang buka puasa, warga terus berdatangan, sambil membawa tumpeng. Warga duduk lesehan di karpet merah, menyanding tumpeng, sambil menunggu adzan mahgrib.

“Salah satu cara kita berterima kasih pada Bung Karno, atas seluruh perjuangannya, yakni bekerja keras memenangkan cucu beliau, Mbak Puti Guntur Soekarno, sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur,” kata Whisnu.

Penegasan itu disambut sorak ramai oleh warga yang hadir. “Nomor 2, Gus Ipul-Mbak Puti,” kata warga bersahutan. Whisnu bertekad meraih suara besar bagi Gus Ipul-Puti di Kota Surabaya. “Kita harus menang tebal,” kata Whisnu.

Dalam pernyataannya, Puti Guntur Soekarno menegaskan, arek-arek Suroboyo patut berbangga karena Bung Karno lahir di Kota Pahlawan ini.

“Bung Karno lahir di Surabaya, karena itu menjadi arek Suroboyo. Kemudian, beliau tumbuh sebagai tokoh pergerakan di Surabaya pula, ketika indekos di rumah HOS Tjokroaminoto,” kata Puti.

Ia mengatakan, cita-cita Bung Karno tentang terwujudnya negara yang adil dan makmur, jalan utamanya adalah mewujudkan pemerintahan yang pro-rakyat.

“Pemerintahan yang melayani rakyat, yang angggarannya didedikasikan untuk kesejahteraan rakyat,” kata Puti.

Ia menyebut Kota Surabaya, sejak pasca reformasi telah banyak berbenah dan menghadirkan karakter pemerintahan yang melayani rakyat, sekaligus membuka ruang partisipasi publik.

“Tahun 2002, Surabaya dipimpin Walikota Bambang DH. Kemudian sejak 2010 dipimpin Walikota Bu Risma. Kota ini tidak henti menata dirinya. Masyarakat pun banyak menikmati manfaatnya. Inilah jalan mewujudkan cita-cita perjuangan Bung Karno,” kata Puti.

(jo/nk/bin/JPR)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia